[A Little Piece] Closer To The Edge

“semua telah berakhir.

Meski aku salah, aku tak kan meminta maaf.

Kau yang telah menuntunku”

 

>///////<

 

.

.

.

.

 

Perasaan itu kembali menyusup kedalam tubuhku. Sakit yang tak berujung dihatiku. Aku tahu semua ini takkan pernah berakhir. Rasa sakit ini bahkan tak pernah membuatku memahami apa yang telah kulakukan. Apa yang seharusnya kulakukan. Aku telah memilih jalurku sendiri. jalur kematian yang membawaku kedunia yang kejam dan menyakitkan.

“semua salahku. Semua salahku. Semua salahku. Semua salahku” bisikku nyaris tak terdengar. Menyalahkan diriku sendiri atas apa yang telah terjadi.

 

Tapi, aku bahkan tak pernah meminta maaf akan apa yang telah kulakukan. Hanya terus menyalahkan diri tanpa memahami apa yang seharusnya kulakukan jika berbuat salah. Sebenarnya jauh didalam hatiku aku tahu apa yang ahrus kulakukan. Tapi sisi jahatku mengalahkan semua kebaikanku. Aku takkan meminta maaf, meski esok ajal menjemputku. Tak akan.

 

Berbulan-bulan mengurung diri, mengisolasi diriku sendiri di tempat ini sungguh tak pernah bisa meghilangkan rasa bersalahku. Rasa jijikku akan diriku sendiri. rasa tertekanku akan semua yang telah terjadi.

 

Aku sudah berusaha melupakannya. Melupakan apa yang telah terjadi malam itu. tapi setiap detik aku tak memikirkan apapun, bayangan itu kembali lagi. menyakitkan.

 

“Hei. Ah kau datang. Mari bergabung denganku” aku hanya berdiri terpaku. Kenapa? dia melakukan apa yang selalu dilakukan ayahku, ibuku. Bermain dibelakang masing-masing dengan banyak wanita dan pria. Kedua orangtuaku yang sialan brengsek itu. dan sekarang setelah aku mempercayai hidupku padanya dia yang menyakitiku dengan hal yang sama. Bercumbu dan nyaris bercinta dengan 2 wanita di apartmentku. Bahkan dia hanya menumpang disini. apa aku begitu bodoh hingga dapat dipermainkan olehnya.

 

Jadi apa ini yang selama ini dia lakukan jika aku tidak ada? Bermain dibelakangku. Bahkan dengan santainya mengajakku bergabung. Pria macam apa dia? Sialan.

 

Bahkan bayang-bayang semua kejadian itu terus saja terulang dimemoryku. Jika bisa aku ingin sekali mengganti otakku, menghilangkan segala kenangan itu.

 

Tak hanya satu kali dia melakukannya padaku. Bahkan aku sempat memergokinya bercinta dengan seorang gadis di apartmenku lagi disiang hari. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan selama ini. menganggapku gadis bodoh?

 

Saat itu aku baru saya dipecat dari pekerjaanku. Dimaki atasanku karena buruknya pekerjaanku. Bertemu dengan ayahku yang memintaku memberikannya uang dengan jumlah yang tidak sedikit hingga memukulku ditengah jalan. Dan pulangnya ke apartment, aku mendapati pemandangan yang menakjubkan. Hidupku hancur. Kenapa aku begitu bodoh?

 

“Sialan. Brengsek. Apa yang kau lakuakan hah? Keluar kau jalang!” terikku hingga kuyakini mungkin pita suaraku bisa saja putus saat itu juga.

 

Pelacur itu bergegas keluar dari Apartmenku. Dan hanya kami berdua disini. dikamarnya di Apartmentku.

 

“Aish, sayang. Kenapa mengganggu. Aku belum mendapatkan pelepasanku. Kemari kau! Kau harus menggantikannya” protesnya dan segera menarikku hingga aku berada dibawah kungkungannya.

 

“APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK! Apa aku sebegitu kau anggap bodoh hingga memperlakukanku seperti ini. ah iya aku memang bodoh. Bahkan selama ini aku tak sadar jika telah menjadi budakmu disini” bentakku dan mendorong tubuhnya hingga aku bisa melepaskan diriku sendiri. tapi belum sempat aku berjalan menjauh dia menendang kakiku hingga aku terjatuh keatas dinginnya lantai kamarnya.

 

“Kau! Berani membentakku. Sudah untung aku mau menjagamu selama ini dan kau sungguh…. berhentilah sok jual mahal nona”

 

“Brengsek! Sialan! Bedebah! Kau tahu kau itu bahkan lebih buruk dari sampah msyarakat. Aku tak perlu kau lindungi. Aku bisa melakukannya sendiri”

 

“AARGHHHH”

 

Kakiku terasa remuk saat ia menginjaknya dengan sekuat tenaga, aku tahu itu. karena kakiku sendiri sudah hampir patah rasanya. Mataku mengabur karena air mata, tapi semua itu tak menghalangiku untuk dapat melihat tangannya yang meraih keatas nakas tempat tergeletaknya beberapa botol bir kosong.

 

Prang!

 

Botol itu pecah diujungnya. Membuat sudut-sudut lancip yang dapat membuat tubuhmu terluka dan mengeluarkan warna merah darah.

 

Aku tersentak dan kembali menjerit tak jelas saat tangannya yang memegang botol bir itu terayun kearahku.

 

“Kau wanita jalang. Aku sudah bosan denganmu. Jadi enyahlah.”

 

Aku memekik keras. Dengan sisa kesadaranku, aku meraih tasku ang masih berada digenggamanku. Kuambil apa saja yang bisa membuatnya menjauh. Dan aku sadar jika aku menyimpan gunting didalamnya. Dengan kekuatanku yang ada, aku menekan ujung gunting itu sekuat tenaga kekakinya hingga injakan itu terlepas.

 

Dan aku melakukannya. Emlakukan apa yang ingin ia lakukan denganku malam itu. aku mengambil pecahan botol bir itu dan malam itu ia terbunuh oleh tanganku.

 

Bersembunyi dan terus menyesal. Tapi aku tk pernah berniat meminta maaf padanya. Dia yang mebuatku melakukan hal itu, dia yang menjerumuskanku.

 

Aku semakin meringkukkanku dalam sudut rungan kecil ini. tempat kusatu-satunya an nyaris kau tak pernha keluar dari sini. Aku tahu sebetar lagi semua selesai. karena aku sudah tak tahan dengan perasaan ini.

 

Semakin kuperkuat genggamanku pada pecahan gelas kaca ditanganku. Membuat tetes-tetes darah mengalir dari tanganku. Aku tak peduli karena bahkan rasa sakitnya nyaris tak ada. Aku terlalu lama merasakan sakit.

 

Dapat kudengar sirine polisi dari tempat ini. mungkin mereka ingin menangkapku? Aku tak peduli lagi karena mereka tak akan pernah bisa menangkapku.

 

Kuayunkan tanganku ke tanganku yang lain dengan satu irisan dalam. darah mengalir deras dari sana. Nadiku teriris. Dengan kekuatanku lagi aku ekbali mengirisnya dalam. dan kematian semakin dekat denganku. Datang dan semuanya lenyap.

 

 

Fin.

 

 

 

 

Iklan

5 thoughts on “[A Little Piece] Closer To The Edge

  1. Aku tau author dr flying nc, aku suka tulisan author yg genrenya hurt angst itu. Tuliisannya bagus. Tinggal dikembangin aja pasti makin menarik, semangattt thor. Tetep nulis ya:)

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s