{Ficlet} The Dog

Aku buat ini karena yah… turut berduka cita untuk kematian Choco TT.TT

Choco udah setia ngedampingi hidupnya Eunhyuk selama bertahun-tahun. Berharap Eunhyuk gak terlalu sedih karena kehilangan Choco.

dan untuk bada. hah, sabar ya sekarang jadi gak ada chocho yang bisa nemenin. hehehe

.

.

.

.

PhotoGrid_1430129394625

Setiap kehilangan….

pasti akan menyakitkan. pasti menyisakan rasa sesak disudut hati.

tapi waktu terus berjalan.

rasa sakit takkan menghentikan waktu. terima dan jaga yang ada.

hidup hanya harus dihadapi dengan senyuman. dan semua akan terasa mudah

&&&

~Eunhyuk Side~

Aku kembali menatap sekitar apartement ini dengan pandangan sayu. tak ada yang berubah memang. semuanya sama. hanya satu yang tak terasa disini. disalah satu sudut hatiku terasa agak kosong.

mungkin orang-orang akan menganggapku konyol atau apa. tapi benar, memang ini yang kurasakan. hanya karena kehilangan seekor anjing? menurutmu itu memang hanya sekedar anjing. tapi aku? anjing yang kau sebut HANYA sekedar anjing itu sudah seperti sahabatku, keluargaku. kau boleh menertawakanku. itu kenyataan.

13 tahun.

aku hampir menghabiskan separuh hidupku untuk mengurusnya. dia menemaniku. bahkan dia lebih tahu aku, bagaimana kehidupanku. bagaimana aku sebelum debut bersama super junior. bagaimana banyaknya jadwalku sehingga harus meninggalkannya dan menitipkannya pada anggota keluargaku yang lain. bagaimana lelahnya aku saat semua itu selesai. rasanya dia yang selalu ada disampingku saat aku lelah.

Choco.

Mungkin aku terlalu mendramatiskan hal ini. tentu. aku menyayangi anjingku.

Choco. nama yang indah bukan? aku menyukai nama itu. memang seperti marga Kyuhyun evil itu yag didouble dan digabung sekaligus kehilangan 1 huruf H. hahaha… tapi siapa peduli. aku sudah menamai seperti itu bahkan sebelum berkenalan dengan Cho Kyuhyun.

Hari ini tepat sehari Choco telah pergi. dan aku bahkan tak sempat memikirkannya hari ini karena terlalu banyak jadwal yang menguras tenaga dan memenuhi otakku. membuatku lelah dan stress.

tapi kali ini….

saat aku berada disini. Kurasa aku lebih baik bekerja hingga tak pulang dari pada berada disini. karena apa… aku hanya akan semakin memikirkan Choco. aku belum siap dengan kenyataan Choco telah tiada. tidak ada bulu-bulu yang akan menyentuhku lagi. jilatan penuh air liur itu bahkan akan menghilang.

bisa saja sih aku meminjam anjing anggota lain. oh tapi itu bukan Choco! dan kenapa membayangkannya terasa menjijikkan. eiuyy

aku mengedarkan pandanganku kesegala arah dan sadar bahwa di apartement ini hampir segala tempat aku pernah bermain bersama Choco. berdua maupun bersama member lain. aku memutar tubuhku. melihat-lihat segala sudut hingga pandanganku terpaku kemeja kaca didepan sofa. berbagai majalah tergeletak disana. aku menghampiri meja itu dan memilih untuk duduk disofa coklat yang terlihat empuk itu.

mengacak-acak koleksi majalah yang tentu saja semua majalah itu ada wajah-wajah anggota suju yang terpajang.

aku mengambil sebuah majalah. ingat dengan sesi fotoku berdua dengan Choco? sekitar juni tahun lalu. yah disana ada foto kami. terlihat sangat manis.

 140524-eunhyuk1

140524-eunhyuk-11

Hahhhhh……

aku semakin merindukan Choco saja. kututup majalah itu dengan sedikit hentakan dan menaruhnya ketempat semula. menyelipkan ketumpukan dibawah.

“Kau masih bersedih?”

sebuah suara mengagetkanku. aku tak tahu jika ada orang di dorm ini. karena aku tahu semuanya sednag sibuk. aku bahkan hanya kembali kesini untuk mengambil barang-barang sebelum jadwal berikutnya 1 jam lagi.

aku menoleh dan mendapati seorang gadis berdiri dibelakang sofa dengan topi putih tersemat manis dikepalanya dengan terbalik. aku mendengus kesal.

“Kau datang? kukira kau tak akan datang” ucapku sedikti kesal.

“Yah, begitulah. memberikan penghormatan terakhir pada Choco kita” jawab gadis itu dan duduk disfa sebelahku.

“Choco kita? kukira kau sudah lupa pada Choco cih. seharusnya kau pergi kemakam Choco jika ingin memberikan penghormatan terakhir bukannya malah kemari Han Jinna.”

“Disini lebih banyak kenangan dengan Chocho dan aku juga sudah kerumahmu tadi. dan masalah aku baru datang hari ini…. maaf. bukan maksudku” ucap gadis itu lemah.

aku menatapnya. dan dia menoleh. kami saling bertatapan. dari matanya aku tahu sebentar lagi gadis ini akan menangis. oh aku tak ingin gadisku ini menangis. aku pun merengkuhnya tak peduli dengan rasa kesalku tadi.

“Aku…. aku hanya tak ingin melihatmu yang tampak buruk. kau tahu betapa itu juga berpengaruh padaku” gadis itu berucap ragu. aku mengelus rambutnya dan mengangguk. tak seharusnya aku marah. aku tahu tabiat gadis ini.

“aku tahu. maaf tadi sempat merasa marah padamu”

“Kau tak apa?” tanyanya

Aku menegrnyit dan sedikit menjauhkan jarak kami. memandang wajahnya. “apanya?”

“Jangan bersedih eoh. kau masih memiliku. waktu terus berlalu kau tahu. semuanya akan baik-baik saja. kita bisa memiliki anjing lainnya dan kita akan menjaganya lagi bersama.” aku tersenyum lalu menggeleng. aku tidak ingin mengganti Choco. kami sejak dulu memang bersama mengurus Choco. sejak aku memilikinya. gadis dihadapanku ini selalu saja ada bersama kami–aku dan Choco.

dari sahabatku kini menjadi kekasihku. semua berkat Choco yang mendekatkan kami. aku sangat berterima kasih pada anjing kesayanganku itu. dan aku tak akan pernah ingin menggantikannya. karena dialah yang tahu sejarah hidup kami.

“Tidak Jinni-a. aku tak ingin menggantikan Choco. tak apa kan?” tanyaku.

“Yah, sebenarnya aku juga tidak ingin. kau tahu, pasti rasanya akan berbeda dengan Choco” aku tersenyum dan mengacak rambutnya. aku pun berdiri dan menengok jam tanganku. masih 40 menit sebelum jadwal.

aku mengulurkan tanganku pada gadis dihadpaanku.

“Mau kemakam Choco bersama?”

gadis itu dengan semangat mengangguk. dan menerima uluran tanganku dengan senang hati.

aku pun balas tersenyum.

yah,, waktu akan terus berlalu meski tanpa Choco ataupun orang yang kita sayangi. tapi satuhal semua akan terus berjalan. bagaimanapun persaan kita. lebih baik menghadapi kehidupan denga senyuman bukan dari pada terpuruk. hidup ini singkat. masih ada orang-orang yang akan mengisi hidup kita. jadi nikmati saja hidup ini.

dan Choco… kau anjing terhebat yang pernah kumiliki. terima kasih untuk segalanya. menemaniku selama ini.

aku takkan melupakanmu. anjing kesayanganku. terimaksih.

Fin

Iklan

One thought on “{Ficlet} The Dog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s