The Right One part 1

The Right One Poster

Title : The Right One part 1

Author : Bellsahn

Genre : Romance, Married Life, NC-21

Casts :
– Ahn Heeyoung
– Cho Kyuhyun
– Kim Kibum
– And Other cast

Disclaimer : This story is Mine. No Plagirims No copying! Thanks.

Maaf jika ff-nya absurd. Hohoho masih pemula sich. Semoga pada suka dan jangan lupa coment ya…. aku selalu menunggu itu^-^

HAPPY READING !!!

.

.

.

“Apa aku bisa tetap hidup,
jika semua kenangan ini hanya tentang rasa sakit?”

==Part 1: My Husband==

Wanita itu terus menggerakkan pinggulnya tak beraturan, membuat kejantanan pria itu semakin melesak masuk dan keluar terus menerus. Pria itu hanya diam sambil menikmati genjotan wanita itu, tak berniat menyentuh apalagi memimpin. Hanya menikmati apa yang diberikan. Hey, mana ada orang yang akan melewatkan sebuah kenikmatan bukan? dunia sudah terlalu modern dan liar. Wanita manapun akan membiarkan diri mereka mendapatkan kenikmatan mereka sendiri termasuk dengan melempar diri mereka dan melakukan one stand night jika mereka mau. Tak perduli kau kenal dia atau tidak.

Pria itu hanya menyenderkan kepalanya disenderan sofa merah di Apartmentnya. Duduk dengan wanita itu diatas pangkuannya. Bergerak naik turun dengan liar. Sesekali pria itu membantu pergerakan wanita itu.

Tak ada ciuman. Tidak ada sentuhan lebih. Semua sebatas sex tanpa hubungan lebih. Lagipula dia sudah beristri. Dan hanya istrinya lah yang boleh menciumnya.

Ngomong-ngomong soal istri, wanita itu sudah dinas keluar kota selama 3 hari. Urusan pekerjaannya sebagai seorang Apoteker. Dia menjadi salah satu penguji di sebuah Universitas di pulau Jeju. Jadi selama itu dia bebas melakukan apa saja. Istrinya baru akan pulang besok. Nikmati saja malam tanpa istri malam ini. lagipula dia tidak tahan jika tidak melakukan hal ‘itu’ selama beberapa hari. Dia pria liar. Sex kehidupannya.

“Ahhh…” wanita itu melenguh. Pria itu tahu jika wanita yang dimasukinya ini sudah mendapatkan kenikmatannya. Gerakan wanita itu berhenti membuat pria itu memaki dan segera diseretnya wanita itu. tanpa pikir panjang, pria itu membanting tubuh wanita itu hingga bersandar pada tembok. Menghimpit wanita itu dan kembali bergerak. Kini pria itu yang bergerak dengan liar. Sangat. Tak dipedulikan pekikan wanita itu yang kaget. Mereka sama-sama mendapatkan kenikmatan.

Pria itu bergerak menusuk kejantannya kedalam Vagina wanita itu. menusuk dengan cepat dan keras. Oh dia butuh kenikmatannya sendiri, segera. Dia tak tahan.

“Tuan Cho…” Lenguh wanita itu. “ lebih cepat hhhh….” Racaunya dan Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya. Dia akan sampai yah sebentar lagi. dapat dirasakannya dinding-dinding Vagina wanita sewaannya menghimpit semakin ketat dan berkedut. Wanita ini akan sampai lagi. Kyuhyun bahkan tak tahu siapa nama wanita itu.

Kyuhyun mendaratkan wajahnya diperpotongan leher wanita itu. bernafas dengan tersenggal-senggal dan dibawah sana gerakannya semakin keras menusuk dan menusuk hingga kenikmatan yang dirasakannya hampir sampai.

“Bersama.” Ucap Kyuhyun datar dan pelan. itu perintah. Dan wanita itu melepaskan cairannya saat merasakan Hangat dibawah sana. Kyuhyun sampai. Rasa hangat itu berkumpul dibawah sana. Kyuhyun mengerang saat mendapatkan kenikmatannya. Hhh….

Kyuhyun bernafas tersenggal. Dilepaskannya kejantanannya. Dan dengan tak tahu malu, di lepasnya kondom yang ia gunakan. Dibuangnya pada tempat sampah tak jauh dari sana. Dan dengan cuek berjalan menuju kamarnya tanpa sehelai benang pun. Lalu kembali lagi ke arah ruang tamu dengan sebuah paket foil ditangannya.

Satu kali. Tak akan cukup bagi Kyuhyun.

“Bermain lagi tuan Cho?” wanita itu menyeringai. Lalu dipeluknya leher Kyuhyun. menggoda pria itu lagi dan memasang pose sexy-nya.

“Tak perlu menggoda nona. Kau akan mendapatkannya.” Ucap Kyuhyun datar. Sedatar ekspresi wajah penuh keringat itu.

Wanita itu tersenyum menggoda dan merabai dada telanjang Kyuhyun. “tak ingin menyentuh tempat lain Tuan? Kau hanya bermain pada bagian bawah saja.” Tangan wanita itu turun. Menelusuri bagian perut Kyuhyun hingga menyentuh bulu-bulu halus pria itu. terus menelusuri hingga berada diujung kejantanannya. Meremas pelan berusaha membuat libido pria itu semakin naik. Kyuhyun menangkap tangan wanita itu yang nakal menyentuhnya. Menggenggam kuat. Lalu menjauhkan tangan itu dari daerah sensitve-nya.

“Kau tahu peraturannya. Tak ada permainan lebih.” Kyuhyun menyeringai dan segera didorongnya tubuh wanita itu hingga menyentuh lantai dingin dibawah. Kyuhyun menindih wanita itu. memasang Pelindungnya hingga kembali melingkupi kejantanannya yang mulai kembali mengeras. Tak mempedulikan sama sekali betapa tak nyamannya bercinta di lantai. Yang dibutuhkannya hanya sebuah kenikmatan sesaat.

Kyuhyun bertumpu pada kedua sikunya agar tidak membebani wanita itu. satu tangannya turun merabai vagina wanita itu. mengelus perlahan naik turun berusaha memberikan rangsangan hingga cairannya keluar untuk mempermudah jalan masuk Kyuhyun.

Satu jarinya masuk kedalam lubang senggama itu. menambah lagi satu jarinya dan bergerak cepat didalam sana. Dia tak ingin berlama-lama. Dia butuh kepuasannya sendiri. dengan liar digerakannya jarinya.

“Oh Tuan … Cho hhh…. lebih… da..lam.” Wanita itu mendesah dan mencengkaram rambut belakang Kyuhyun. meremasnya berusaha melampiaskan rasa puas yang diberikan kyuhyun padanya.

Dirasa Cukup, Kyuhyun melepaskan jarinya dan dengan cepat memasukkan Kejantannya yang menegang. Menggenjotnya dengan brutal membuat wanita itu menjerit nikmat. Oh betapa liarnya seorang Cho Kyuhyun.

Mereka terus sibuk dengan kegiatannya tanpa sadar jika seseorang telah masuk kedalam Apartment itu. orang itu bersandar pada dinding dekat pintu masuk dengan membelakangi pemandangan panas itu. menatap kosong pada pintu yang dipelitur apik hingga mengkilap. Pandangannya datar, tak menunjukkan riak ekspresi apapun. Tapi yakinlah, ada sesuatu yang salah pada dalam tubuhnya. semua….. rasanya sakit.

.

.

.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya hingga wanita itulah yang sekarang berada diatasnya. Memegang pinggul wanita itu dan membantu pergerakan naik turun wanita itu. tangan wanita itu bertumpu diatas dada Kyuhyun. tubuh mereka sama-sama lengket. Keringat membasahi tubuh mereka. Ayolah ini sudah menghabiskan beberapa ronde. Dan terlihat sekali Kyuhyun masih kuat untuk melakukan lebih.

Kyuhyun mengerang saat merasakan Kejantanannya mulai dicengkram lebih erat oleh milik wanita itu.

Dia mendongak merasakan kenikmatannya yang akan sampai saat tiba-tiba matanya menangkap sebuah siluet yang berjalan dengan cepat melewati ruang tamu dan segera mesuk kedalam sebuah kamar di Apartment itu. Kyuhyun tahu siapa itu. dia sangat hafal tubuh itu. tubuh yang hampir setiap saat dijamahnya. Oh dia merindukan wanitanya. Tapi tidak sekarang, dia butuh menuntaskan kenikmatannya.

Dipercepatnya gerakan wanita itu. bunyi kemaluan mereka yang bertabrakan memenuhi Apartment yang sunyi itu. hingga lenguhan nikmat mereka terdengar saat sama-sama melepaskan cairan sex mereka. mereka pun sama-sama bernafas dengan tersenggal. Kyuhyun melepaskan kejantanannya. Dengan cepat berdiri dan berjalan memungut baju wanita itu satu persatu.

Dihampirinya lagi wanita itu. dengan cepat dipasangakannya celana dalam dan bra pada wanita itu diikuti gaun mini super ketat. Kembali lagi Kyuhyun berjalan—masih dengan ketelanjangannya dan memungut tas tangan wanita itu. melempar pada wanita itu.

“Keluar.” ucap Kyuhyun. hampir membantak sebenarnya. Dengan tak sabaran Kyuhyun mendorong wanita itu hingga benar-benar keluar dari Apartmentnya dan mengunci pintu itu. Kyuhyun bernafas lega. Dan mulai memungut bajunya satu persatu. Tak susah-susah untuk memasangnya. Dia hanya ingin masuk kekamar sesegera mungkin.

Kamar itu tampak remang-remang. Hanya lampu tidur sebelah nakas yang menyala. Kyuhyun tersenyum. Dia merindukan wanitanya. Sudah 3 hari, waktu yang lama baginya untuk jauh dari gadis itu.

Kyuhyun bergerak mendekati tubuh yang kini tidur membelakanginya. Tampak rapuh dan damai. Dia suka memandangi punggung gadis itu. Entahlah, mungkin karena terbiasa memandangi punggung itu setiap malam. Kyuhyun pun memilih berbaring menatap punggung itu. pasti gadis itu lelah. Perjalanan Jeju-seoul cukup melelahkan juga bukan, dan dia tak berani mengganggunya.

Rumah tangga mereka sebenarnya berbeda. Tak ada kata saling mencintai. Mereka hanya saling membutuhkan. Mereka hanya memiliki satu sama lain. Memang seharusnya sejak awal mereka tidak menikah. Tidak saling mengikat janji. Karena sejak awal bukan Kyuhyun-lah calon suami wanita itu. dia tahu betapa gadis itu membencinya. Dia yang memaksa agar mereka bisa menikah. Dia terlalu egois. Karena tanpa sadar sejak awal dia memang mencintai gadis itu. gadis yang merupakan tunangan kakaknya.

Setahun lalu, tepat kematian kakaknya—Cho Jino karena kecelakaan pesawat yang dialaminya saat menuju China.

Kyuhyun terpukul. Sangat.

Bagaimana pun dia hanya memiliki kakaknya. Selain dia, Kyuhyun sadar ada yang sama terpukulnya dengannya—tunangan kakaknya yang beberapa minggu lagi akan dinikahi kakaknya itu. 2 hati yang harus ditenangkannya saat itu. hatinya sendiri dan gadis itu. gadis itu tampak mengenaskan setelah ditinggalkan kakaknya.

Beberapa tahun sebelumnya, saat dia masih duduk disekolah menengah atas. Itu pertama kalinya kakaknya membawa Ahn Heeyoung—gadis itu. entah bagaimana bisa kakaknya memungut seorang gadis dari panti Asuhan. Satu kenyataan yang sama, mereka sama-sama yatim piatu. Jino membawanya untuk tinggal bersama mereka. Bertahun-tahun hingga mereka akhirnya bertunangan. Dan selama itu pula Kyuhyun nyaris tak pernah bicara pada Heeyoung. Siapa yang salah disini? tak ada, karena pada hakikatnya mereka merupakan tipe orang yang sama. Sama-sama flat dan tak peduli sekelilingnya. Meskipun begitu Heeyoung terlalu peduli dengan kakanya. Satu-satunya yang dipedulikan gadis itu hingga nyaris tak peduli dengan dirinya sendiri, membuat kakaknya-lah yang balik mempedulikan gadis itu. mereka sama-sama menjaga satu sama lain membuat Kyuhyun sangat iri. Sejak saat itulah Kyuhyun selalu memperhatikan Heeyoung. Mencari-cari apa yang disukai kakaknya dari gadis itu yang perlahan membuatnya jatuh cinta sendiri dengan tunangan kakaknya.

Bertahun-tahun. Yah, Kyuhyun sama sekali tak pernah menunjukkan ketertarikannya pada Heeyoung. Dia hanya ingin menjadi adik yang baik. Tak sama sekali berusaha untuk menikung sang kakak.

Hingga kejadian kecelakaan itu datang.

Saat hari pernikahan kakaknya—beberapa minggu sesudah kejadian itu, Kyuhyun menggeret Heeyoung. Berdiri didepan altar dengan ditonton para undangan kakaknya. Menikahi gadis itu yang justru terlihat seperti patung saking tak bisa berpikir—mungkin. Pernikahan tanpa hati. Tidak, maksudnya Kyuhyun berpikir mungkin hanya dirinya-lah yang mencintai gadis itu dan tidak sebaliknya. Mereka hanya merasa saling memiliki tubuh bukan hati. Dan sikap gadis itu sama sekali tak berubah. Tetap seperti dulu sangat acuh tak acuh dengan Kyuhyun. meski terkadang gadis itu masih menganggap Kyuhyun sebagai suaminya.

Ada kalanya Kyuhyun ingin sekali membenturkan kepala Heeyoung ke tembok dengan keras agar gadis itu sadar betapa Kyuhyun mencintainya. Melihat Kyuhyun sebagai suami yang akan menjaga dan melindunginya.

Kyuhyun bahkan terang-terangan bemain dengan wanita-wanita agar membuat gadis itu cemburu. Tapi Nihil. Gadis itu tak terpengaruh sama sekali. membuat Kyuhyun gila. sebenarnya bukan itu saja alasan kenapa dia suka bermain wanita. Pada dasarnya Kyuhyun memang seorang Playboy brengsek. Dan kebiasaan itu sulit dirubah. Dia butuh wanita, sesering dia mengganti pakaian. Dan gadis yang menyandang istrinya tak akan kuat bukan melayaninya sesering itu? Kyuhyun juga tak ingin membuatnya lelah dan tersiksa. Dia—Cho Kyuhyun seorang pria gila sex yang liar. Pria brengsek tak tahu diri. Anggap saja seperti itu.

.

.

.

Kyuhyun menatap punggung yang membelakanginya terus menerus. Cahaya matahari menembus dari celah korden biru tua yang kini menutupi jendela besar di kamarnya dengan cukup rapat. Tak bisa tidur sama sekali. mungkin sesaat dia bisa tertidur tapi tak lama dia akan bangun lagi dan menatap punggung gadis itu. dia sangat merindukan gadis itu hingga matanya pun tak ingin melewatkan sedikit pun untuk menatap gadis itu. jam dinakas menunjukkan pukul 6 pagi.

Kyuhyun ingin memeluk tubuh itu sejak ia terbangun pada pukul 3 pagi tadi. Tapi dia tak berani karena gadis itu gampanng terbangun saat mendapatkan sentuhan tiba-tiba. Dan gadis itu sendiri tak terlalu suka dipeluk Kyuhyun. Miris memang.

Menilik lagi jam dinakas. Pukul 6.17. sialan sekali. dia tak tahan jika seperti ini terus. Dia ingin menyentuh gadisnya. Sudah cukup, sekarang saatnya gadis itu bangun.

Dengan cepat Kyuhyun mendekat pada Heeyoung dan membalik tubuh itu hingga terlentang dengan lembut, membuat gadis itu melenguh dalam tidurnya. Kyuhyun menindihnya dengan ringan sama sekali tak ingin menyesakkan gadis itu dan memeluk tubuh mungil gadis itu. meletakkan kepalanya di perpotongan leher Heeyoung. Membaui feronom yang menguar dari tubuh Heeyoung. Mengendus dan menyimpannya baik-baik. Sesekali mengecup lembut. Gadis itu mengerang merasakan sesuatu mengganggu tidurnya. Sudah dibilang Heeyoung cukup sensitive dengan sentuhan.

Sebuah tangan menyentuh punggungnya membuat Kyuhyun mendongak dan menatap gadis yang mulai membuka matanya. Heeyoung mengerjap bingung masih berusaha mengumpulkan nyawanya yang terbawa ke dunia mimpi. Kyuhyun tersenyum manis dan segera menerjang Heeyoung. Menghujatkan ciumannya dengan lembut. Melumat kecil bibir atas dan bawah Heeyoung tanpa menunggu terkumpulnya nyawa gadis itu.

Heeyoung melenguh pelan. sekarang dia cukup sadar dengan apa yang terjadi—tepatnya apa yang dilakukan suaminya itu. Heeyoung tampak berusaha mendorong Kyuhyun untuk segera melepaskannya. Tapi Kyuhyun bahkan tak bergeming dan terus mencium bibir Heeyoung dengan lembut tapi menuntut. Mencium bibir bawah dan atasnya bergantian. Melumat dan menghisap bibir itu. Kyuhyun menjulurkan lidahnya dicelah bibir Heeyoung dan menjilati bibir itu. niatnya agar Heeyoung membuka mulutnya, tapi Nihil bibir Heeyoung bahkan tetap tertutup rapat.

“Cho…” Heeyoung mengerang dan menggigit bibir Kyuhyun . membuat Kyuhyun mengerang dan melepaskan tautan bibir mereka. Pria itu menatap Heeyoung pura-pura kesal. Merasa tak suka kegiatannya terganggu. “Kau bau sex.” Ucar Heeyoung datar membuat Kyuhyun tersentak dan merutuki dirinya sendiri. “Kau tak membersihkan dirimu kan semalam.”

Kyuhyun memejamkan matanya, memaki dirinya sendiri. bagaimana bisa dia lupa membersihkan dirinya semalam. Oh ya, karena dia terlalu merindukan gadisnya hingga memilih tidur disebelah gadis itu dan menatap pungungnya. Sial.

“Aku tak suka menyentuh bekas gadis lain.”

Heeyoung mengenyahkan tubuh besar Kyuhyun. bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. sejenak menoleh kearah Kyuhyun menatapnya datar dan kemudian masuk kedalam kamar mandi.

Kyuhyun mendesah ditempatnya. Dan bangkit untuk mengikuti gadisnya masuk kekamar mandi. dia tahu maksud Heeyoung menatapnya tadi dan percayalah jika kamar mandi itu tak terkunci. Kyuhyun masuk begitu saja melihat Heeyoung yang sedang menyiapkan air panas.

“Lepaskan.”

Kyuhyun menuruti perintah Heeyoung dan mulai menanggalkan pakaiannya. Tak menyisahkan satu pun kain untuk melekat pada tubuh tegap berisinya. Menghampiri gadis itu dan memeluknya dari belakang.

“Tak ada acara menyentuh Cho sebelum kau bersih dari noda menjijikkan itu.” Kyuhyun mengangkat kedua tangannya dan mundur selangkah. Perintah gadis itu jelas baginya. Dan Kyuhyun selalu ingin menjadi anak baik bagi istrinya itu. beginilah hidupnya.

Meski Heeyoung tahu akan semua kebiasaan Kyuhyun yang memang sudah ada sejak mereka belum menikah, gadis itu tetap saja mau menerimanya. Memberi kebebasan kyuhyun untuk menjalani hidupnya yang dia inginkan. Tak ingin mengekang Kyuhyun dan membiarkan pria itu sadar sendiri akan perilakunya. Dibilang bodoh? Ya dia memang. Wanita mana yang tidak sakit melihat tingkah laku suaminya seperti itu. meskipun dia tak pernah menunjukkan riak-riak sakit pada wajahnya. Tapi yakinlah dalamnya sangat sakit-tepat dihati. Jika ada wanita yang tiak merasa sakit dengan tingkah suami seperti itu, maukah kau menghubungiku? Mari kita bertukar otak dan perasaan.

Kyuhyun sendiri tak ambil pusing. Yang terpenting gadis itu ada disampingnya dan tetap menjadi istrinya. Mencintainya tapi tak pernah bisa melepaskan kebiasaannya. Brengsek memang. Bilang saja dia penjahat kelamin.

“Kita akan melakukannya kan setelah aku bersih?” tanya Kyuhyun tak tahu diri. Oh ayolah pria satu ini sangat tak peka dan masa bodoh.

Tanpa menjawab Heeyoung segera merendam tubuh kyuhyun kedalam Bathup. Sesekali memasukkan kepala pria itu dalam air dengan sengaja yang mendapat tatapan kesal Kyuhyun. Kyuhyun mendengus kesal dan memilih mendekat leher Heeyoung. Heeyoung pun tak ambil pusing dan memilih menggosok seluruh tubuh Kyuhyun. memandikan pria itu yang memang terkadang sangat kekanakan. Tapi jujur, lebih banyak sisi brengseknya.

“Ck, kenapa kau tak mandi?” tanya Kyuhyun. tapi sebenarnya dia tahu jawabannya. Hanya ingin bertanya, barangkali gadis itu memberikan jawaban berbeda dari selama ini.

“menyentuh air bekas tubuhmu yang terkontaminasi?” ucap Heeyoung dengan mengangkat sebelah alisnya. Tapi nada bicaranya tetap saja datar. ‘kan, Kyuhyun tahu jika gadis itu akan menjawab seperti itu. sudah terlalu terbiasa dia mendengar jawaban seperti itu.

“Kita mandi di Shower.” Dan semuanya selalu berakhir seperti ini. Kyuhyun yang menggendong gadisnya. Melepaskan pakaian itu dan mereka akan mandis dibawah guyuran air bersama.

Perilaku yang tak akan pernah berubah—mungkin.

.

.

.

Heeyoung terbangun dari tidur paginya saat mendengar bunyi ponsel berbunyi. gadis itu masih setengah memejamkan matanya dan melihat jam di nakas. Sudah pukul 11 siang. Dia kelelahan setelah bermain dengan Kyuhyun. bagaimana pun pria itu terlalu kuat bermain. Entah bagaimana dia bisa seperti itu. Kyuhyun merengek dan memaksanya bermain nyaris melakukan jatah 3 hari, Jika saja Heeyoung tak membentak dan marah padanya dengan sedikit mengancam, yakinlah hal itu akan terjadi. Entah bagaimana bentuknya setelah itu. pria itu memang gila. sudah tidak peka, masa bodoh, gila sex, dan idiot pula.

Heeyoung mengedarkan pandanganya ke sekeliling kamar dan tak menemukan sosok Kyuhyun. yah, paling-paling pria itu sudah bangun dan perutnya lapar, Berjalan ke dapur mengambil makanan apa saja yang bisa dia makan.

Drrttt…. Drtttt…

Heeyoung sadar jika suara ponsel terdengar memenuhi kemar yang sunyi itu. kembali mengedarkan pandangannya dan menemukan sebuah ponsel biru tua yang sama persis merk dan model dengan punyanya. Tapi dia tahu itu bukan punyanya dari gantungan diponsel itu. gantungan 2 lonceng kecil warna emas. Itu milik Kyuhyun. sedangkan Punyanya, gantungan bentuk cupid warna silver. Semuanya dibeli Kyuhyun.

“Yeo—“ jawab Heeyoung setelah mengangkat ponsel itu. tapi sebelum selesai menjawab suara pria diseberang sana sudah menyelak pembicaraannya.

“Hei Cho nanti malam kau harus datang kesini sesuai janjimu. Kau tahu 2 wanita sexy disini merengek padaku untuk kau tiduri. Pokoknya kau harus kesini, telingaku sakit mendengar rengekan kedua wanita itu. terserah kau pilih yang mana.”

Tubuh Heeyoug menegang. Lalu wanita itu berusaha mengatur detak jantungnya sendiri. menghela nafas berusaha memaklumi tingkah suaminya yang memang ada sejak dia mengenal Kyuhyun. dia dulu juga salah, kenapa dia tak mengelak saat Kyuhyun mengajaknya menikah tiba-tiba. Sekarang dia sendiri kan yang makan hati dan dia nyaris lelah dengan semua ini.bolehkah dia menyerah? Dia memang diam, tapi bukan berarti dia mau diperlakukan seperti ini.

“Baiklah aku akan mengatakannya pada Kyuhyun.” Jawabnya datar. Memendam semua rasa sakit hati dalam-dalam.

“E-eh? Nuguya?” orang diseberang sana tampak kaget dan gugup. “dimana Kyuhyun?”

“Kau ingin bicara dengannya? Haruskah kupanggilkan?” jawabnya semakin datar dan dingin.

“Ah pasti kau salah satu wanita sewaan Kyuhyun ya? maaf mengganggu kalau begitu. tidak usah, sampaikan saja apa yang kukatakan tadi. Kau tidak kecewakan jika pasanganmu itu seorang pemain? lagipula kau kan hanya sewaannya.hahah hanya bercanda, jangan sakit hati nona.” Aku tahu orang diseberang sana bermaksud bercanda tapi tanpa dia sadari itu membuat hatiku semakin hancur. Tinggal sedikit lagi, sisa hatiku tinggal sedikit lagi. jika pria itu tetap seperti ini terus hingga saatnya nanti hatiku hilang tak berbekas karena hancur, semuanya akan musnah. Rasa sayang yang kumiliki dan diriku sendiri. karena tanpa sadar, pikiranku akan menghancurkan diriku. Aku tahu itu, sangat tahu.

“Ya. akan kusampaikan” jawabku menahan perih. “ada lagi?”

“Tidak. itu saja. Keuno.”

“hhmmm.”

Heeyoung bersiap-siaplah mengucapkan selamat tinggal karena dia tahu, hatinya dan pikirannya akan hancur sebentar lagi. semua tekanan ini membuatnya gila.

Bahkan kemarin di berbohong dengan mengatakan ada pekerjaan di Jeju selama 3 hari. Padahal dia dibutuhkan disana hanya selama 1 hari. Itu semua dia lakukan hanya karena dia lelah dengan pria itu. dia mencoba untuk berhenti. Tapi ternayata apa? Sama sekali tidak bisa, membuatnya memilih kembali sampai dia tak kuat lagi dan pergi dengan sendirinya. Dan dia akan sabar menunggu saat-saat itu.

Dengan segala sakit hatinya……

Dia tahu Kyuhyun hanya seorang pria kesepian dengan hormon berlebih. Pergaulan masa muda pria itu yang terlalu bebas membuat Kyuhyun menderita Hyper Sex. Dan Heeyoung sadar akan hal itu dari tingkah Kyuhyun. bukan berarti Heeyoung tahu karena pria itu yang menceritakannya. Kyuhyun sama sekali tak mengatakannya.

Tapi yang dia sesali, tak bisakah Kyuhyun hanya melakukan padanya? Tak cukupkah hanya dia seorang. Apa dia kurang memuaskan pria itu. apa dia tak berarti? Jawabannya iya. Heeyoung bahkan yakin jika Kyuhyun tak mencintainya. Pria itu hanya merasa membutuhkan seseorang disampingnya disamping rasa tanggung jawabnya pada kakanya utuk menjaga Heeyoung.

Kapankah ini berakhir? Tuhan ia lelah.

.

.

.

Suara memekakkan telinga tak sama sekali dihiraukan gadis itu, berbeda dengan pria disebelahnya yang sejak tadi mengomel ini itu karena mereka datang ketempat ini. biasanya juga mereka hanya datang kesebuah kedai untuk minum soju atau apalah. Yang penting tidak sampai ketempat yang bernama Club malam.

Pria disebelah gadis itu memang terkesan polos atau lebih tepatnya kolot. Nah, bahkan wanita-wanita yang mendekati pria tampan itu langsung diberi tatapan tajam dan menusuk. Gadis disebelahnya hanya tertawa setengah sadar. Sesekali membantu pria itu membuat wanita disana pergi dari dekat mereka dengan mengacungkan botol wine yang telah dipegangnya. Mengancam akan memukul itu ke kepala wanita yang berani mendekati pria itu.

Sang pria pun hanya geleng-geleng melihat tingkah pasien sekaligus sahabatnya itu. oh ya, dia seorang Psikolog.

“Hei, kim Kibum. Tiduri saja salah satu dari mereka. Kau membuatku repot dengan membantumu mengusir mereka. Selain itu mereka berisik sekali membuatku mual mendengar kata-kata menjijikkan mereka yang tak berhenti hanya untuk menggodamu. memang kau tampan apa, huh” racau gadis itu yang tak lain Ahn Heyeoung dengan wajah yang agak memerah karena mabuk.

Oh lihat. Bahkan gadis itu nyaris menghabiskan 2 botol Wine. Sialan bagi Kibum karena dia yang membayar itu semua. Mana alkoholnya cukup tinggi. Biasanya gadis itu akan langsung mabuk saat mendekati botol ke-4 soju dikedai-kedai yang mereka datangi dan berakhir dengan Kibum yang menggotong gadis itu pulang karena gadis itu akan tidak sadarkan diri setelah itu.

Bahkan ribuan ceramah dilakukan Kibum agar sahabatnya itu tidak mabuk-mabukan. Tapi apa, gadis itu akan pergi sendirian. Dan itu justru membuat Kibum khawatir dan sungguh menyusahkan. Lebih baik dia diam dan menemani. Itu lebih baik menurutnya. Dan gadis itu akan selamat dari bahaya.

“Hei, aku pria baik-baik Nona Ahn. Dan kenapa sekarang kau mabuk-mabukan di tempat seperti ini?!” teriak kibum karena suara musik yang memekakkan telinga.

“Aku hanya ingin disini, mengganti suasana tuan Kolot.” Heeyoung sekarang bahkan tak peduli pada gelas. Diaraihnya botol wine yang tinggal sedikit dan langsung meminumnya dari botol itu sendiri. Kibum hanya mendengus. Ini sudah menjadi pandangannya hampir setiap malam selama 1 tahun. “Memang kau tak bernafsu apa? Pria itu saja melakukannya setiap hari dengan wanita berbeda. Bahkan malam ini dia pasti tidur dengan wanita yang entah siapa. Ah mungkin 2 wanita!” racau Heeyoung dengan nada ceria diakhir. Pura-pura ceria tepatnya. Menutupi perasaannya yang mulai terlupa karena pikirannya yang sudah kacau karena mabuk.”Tambah Lagi!” terika Heeyoung pada sang bartender. Kibum bahkan tak minum sama sekali.

“Tidak. sudah cukup. Kau sudah hampir mabuk.”

“Tapi aku belum kehilangan akal. Hanya mabuk belum kehilangan kesadaran.” Heeyoung menyandarkan kepalanya pada meja dan menatap Kibum dari samping dengan ekspresi sedih.

“Kau bisa merusak kesehatanmu Young-a. Hampir setiap malam kau berakhir dengan tidak sadarkan diri. Apa kau tak bisa berhenti. Kau tidak kasihan padaku? Aku tak bisa melihatmu seperti ini terus.” Kibum mengacak rambutnya frustasi. Dia sangat sayang pada sahabatnya. Dia dulu berasal dari panti asuhan yang sama dengan gadis itu. hingga saat umur 14 dia diadopsi oleh sebuah keluarga kaya. Meninggalkan sahabat kecilnya. Tapi takdir mempertemukan mereka kembali saat mereka sama-sama menginjak bangku kuliah.

“Aku akan berhenti jika semua ini berhenti!” teriak Heeyoung keras membuat beberapa mata disekitar mereka menoleh. Kibum memeluknya dan mengelus rambutnya naik turun. “Aku lelah.”lanjutnya lirih.

“Ayo tenangkan dirimu. Aku akan menerapimu malam ini hm. Meski aku tak bisa menghentikannya, tapi aku bisa menenangkanmu untuk sementara. Kajja kita ketempatku.”

Kibum membawa Heeyoung berdiri dari duduknya dengan masih memeluk gadis itu yang agak sempoyongan. Hingga tiba-tiba sebuah pukulan mengenai wajahnya dengan keras. sangat keras hingga sakitnya sangat terasa. Bibirnya berdarah dan Kibum bahkan yakin jika pipinya membiru sekarang. sialan, sakit.

“BRENGSEK APA YANG AKAN KAU LAKUKAN HUH?” teriak seseorang—Cho Kyuhyun.

Kibum mengernyitkan keningnya saat melihat orang itu. beberapa detik kemudian senyum sinis mengembang di bibir Kibum. Pria itu berdiri dan menepuk-nepuk baju dan jeans-nya untuk membersihkan debu yang menempel.

“Dan kau siapa tuan?” Pancing Kibum. Dia tahu siapa orang didepannya. Sangat tahu. Dan Kibum membenci pria didepannya sebenci dengan hari-hari yang dihabiskan sahabatnya untuk minum-minum.

“Aku yang seharusnya bertanya padamu, sialan. Berani kau menyentuhnya lagi, akan kubunuh kau.” Kyuhyun lalu menoleh pada Heeyoung, gadis itu sendiri meletakkan kepalanya didada Kyuhyun yang memeluknya. Tampak tak sadar dengan aura serius disekitarnya. “Kita pulang.” Kata Kyuhyun tajam. Dia segera menaruh tangannya dibawah lutut dan belakang leher Heeyoung—menggendong gadis itu.

Grep!

Kibum memegang bahu kiri Kyuhyun, mencegah pria itu berjalan. Mereka saling berpandangan dengan pandangan benci. Bahkan tak satupun berani mendekati mereka. Aura mereka terlalu kelam. Sungguh.

“Setiap orang punya batasan. Saat batasan itu terlewat sudah, maka semua akan hancur.” Ucap Kibum lirih sambil melihat kearah Heeyoung yang sudah tak sadarkan diri. Kibum mengangkat pandangannya dan menatap Kyuhyun sambil tersenyum sedih. “ingat itu.” lanjutnya dan segera berbalik untuk pergi.

Kyuhyun hanya menatap punggung Kibum sinis. amarah pria itu bergejolak. Dia sangat tidak suka gadisnya disentuh pria lain. Gadis ini miliknya dan selamanya akan begitu. tak peduli betapa brengseknya dia, gadis ini tetaplah miliknya. Sah dimata hukum dan agama. Meski Kyuhyun tak selalu memperlakukan Heeyoung semestinya. Dia tahu dia terlihat seperti pria bebas tanpa ikatan. Tapi satu hal yang selalu dia tahu, dia tak bisa melepaskan gadis digendongannya ini. cinta? Ya, sangat. Sayang? Yah dia menyayanginya.

Kyuhyun tahu diatas sana kakaknya pasti marah dan benci melihatnya memperlakukan Heeyoung seperti ini. dia sadar. Setiap berdoa di selalu berharap bahwa suatu saat nanti dia akan sadar. Dia akan sadar dengan statusnya dan tak bermain lagi. dia ingin itu, tapi sangat sulit untuk menghentikan kebiasaannya. Kebiasaan yang telah bertahun-tahun dia miliki. Dia benci dirinya sendiri.

.

.

.

Heeyoung merasakan pusing dikepalanya saat dia bangun. Tak dipedulikannya rasa pusing itu dan memilih kembali terlelap. Dia berbalik dan memilih tidur miring menghadap kejendela yang masih tertutupi oleh gorden putih gading. Matanya menyipit. Seingatnya gorden di kamar yang biasa ia tempati di Apartment Kibum berwarna biru tua. Tapi ini—

Heeyoung pun melirik jam diatas nakas. Jam 8 pagi? Kibum selalu membangunkannya jam 6 dan menyuruhnya pulang setelah itu. Aish, kalau dia tak pulang, Kyuhyun akan mengomel karena dia telat pulang.

“Sudah bangun sayang.”

Suara itu menyentak Heeyoung sangat keras. Suara dalam dan berat pria itu terdengar pelan, tapi penuh ancaman. Bertahun-tahun tinggal dengan pria itu membuat Heeyoung cukup hafal dengan sifatnya. Pria itu, dia marah—dari nadanya. Heeyoung memejamkan matanya dan menghembuskan nafas pelan berusaha berpikir positif sebelum berbalik.

Dapat dilihatnya Kyuhyun tengah duduk di sofa single warna putih di kamar yang baru dia sadari bahwa ini kamar mereka. Heeyoung merasa kepalanya semakin pusing, tapi ditahannya. Dengan keadaan seperti ini pun dia ingat apa yang terjadi semalam sebelum ia kehilangan kesadaran. Entah bagaimana keadaan Kibum—setelah itu dia sudah tak sadar sih. Tapi yang pasti dia akan memikirkan itu nanti. Nasibnya saja sedang terancam. Kyuhyun memang jarang marah dan terkesan agak kekanakan di waktu-waktu tertentu. Tapi sekali marah,emosinya sangat tak terkontrol. Membuat kadang Heeyoung memilih pergi jika pria itu sedang marah karena pekerjaan atau kehidupan malamnya daripada menjadi korban.

Dan kini….. dia si sumber kemarahan pria itu.

“darimana kau semalam?”

“Bukankah seharusnya kau bekerja dirumah sakit, kenapa bisa di sana?”

“kau membohongiku?”

“Pergi dengan pria lain sangat menyenangkan ya? kau sedang ingin beralih profesi menjadi wanita malam eoh?”

“Brengsek.”

Kata-kata bertubi Kyuhyun bahkan tak bisa mengubah raut datar Heeyoung yang sedikit bercampur ketakutan. Pria itu jika marah memang seperti itu, menyerang dengan kata-kata terlebih dahulu baru tindakan. Kata-katanya memang menyakitkan, tapi selama ini dia sudah mendapatkan yang lebih menyakitkan dari ini bukan?

“Maumu apa?” Kyuhyun dengan cepat bergerak maju dan mencengkram rambut Heeyoung. Kemarahannya benar-benar tak bisa dikontrol. “Ingin menjual tubuhmu? Apa aku tak cukup memberimu uang hingga kau memilih menjadi pelacur. Sialan kau mulai berani sekarang. pria itu bahkan memelukmu?!”

Kyuhyun nyaris menarik rambut Heeyoung dengan kuat jika tangan Heeyoung tak mencengkram pergelangan tangan Kyuhyun di kepalanya. Tanpa sadar mereka saling menatap sinis satu sama lain.

“Lalu bagaimana denganmu tuan brengsek?” maki Heeyoung dengan wajah datar. Jika bisa dia ingin menonjok wajah Kyuhyun sekarang. pria itu benar-benar tak sadar dan kalap.

“Brengsek? Ya itu aku. apa perlu kubuktikan lagi dengan tidur dengan seorang pelacur didepanmu? Aku memang brengsek. Dan sekarang kau ingin menjadi wanita brengsek juga begitu? bebas tidur dengan pria lain. Itu maumu?” suara Kyuhyun pelan tapi tajam penuh penekanan.

“Aku bahkan tak tidur dengannya!” ucap Heeyoung dengan nada sedikit tinggi—tak terima dengan pernyataan Kyuhyun.

“Belum!”

“Kau menganggapku seperti dirimu? Hhh… kau sungguh picik. Pria brengsek yang idiot.”

Kyuhyun semakin mencengkram rambut Heeyoung hingga kepala wanita mendongak. “Sejauh mana dia menyentuhmu hmm? Apa sudah sampai sini?” Kyuhyun dengan kasar meremas payudara Heeyoung keras membuat gadis itu meringis.

“Atau sampai seperti ini?” tanpa aba-aba Kyuhyun menyusupkan jari-jarinya kedalam dress Heyeoung yang sudah tersingkap dan mulai menyusup kedalam celana dalam gadis itu. memasukkan jarinya kedalam vagina Heeyoung.

Heeyoung meringis sakit dengan perlakuan Kyuhyun. pria itu sangat kasar.

“pria itu tak sebrengsek dirimu Cho Kyuhyun.” ucap Heeyoung sambil menahan ringisannya.

“Oh ya? ck menyedihkan. Tak sampai mencicipi istriku yang cantik ini. bagaimana jika aku yang menggantikannya.” Kyuhyun menyeringai. Seringaian yang menakutkan.

Heeyoung hanya diam memperhatikan tingkah kyuhyun. amarah pria itu takkan rendah sebelum pria itu puas dan amarahnya meluap dengan sendiri. tak jarang pria itu bahkan melampiaskan pada wanita-wanita yang ditidurinya. Jika marah, Kyuhyun cenderung menjauhinya. Tapi kini? Kan dia yang membuat pria itu marah.

Kyuhyun melepaskan semua pakaiannya. Berdiri dipinggir ranjang dengan ketelanjangannya menatap gadisnya marah. Tanpa sabar dia merobek dress Heeyoung dan membuangnya begitu saja. Tak ingin basa-basi dan melepaskan sisa kain yang melekat di tubuh Heeyoung.

Kyuhyun segera menindih gadis itu.

“Ini hukumanmu sayang. Kau harus belajar dari pengalaman agar tak melakukannya lagi. tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku.”

Tanpa aba-aba Kyuhyun memasukkan kejantanannya kedalam milik Heeyoung tanpa melakukan pemanasan. Heeyoung meringis karena itu sangat sakit. miliknya tak basah dan membuatnya sangat sakit saat melakukan penetrasi seperti ini. Kyuhyun benar-benar ingin menghukumnya.

“Shh..” ringis Heeyoung. Tangannya tak dapat bergerak karena Kyuhyun menahan kedua tangannya diatas kepala. Membuat Heeyoung tersiksa.

“Nikmati apa yang ada.” bisik Kyuhyun seduktif.

Kyuhyun mulai bergerak. Menghentakkan miliknya dengan keras tapi cukup pelan. membuat penyiksaan itu makin menjadi. Bagi Heeyoung ini sangat tak nyaman. Miliknya kering, Saat milik Kyuhyun mulai bergerak itu cukup sakit.

Kyuhyun bahkan memperlakukan Heeyoung seperti pelacur yang biasa ia tiduri. Tak ada sentuhan lebih hanya bagian bawah yang bergerak. Bahkan ini lebih menyakitkan karena tanpa pemanasan.

Kyuhyun bergerak semakin cepat dan keras. Menggerakkan pinggulnya memasuki milik Heeyoung. Menghentak-hentak. Pria itu menggeram merasakan nikmat yang bagi Heeyoung menyakitkan. Pria itu sudah tak menghargainya. Sudah tak mempercayainya. Hingga beberapa saat kemudian Kyuhyun mendapatkan klimaksnya dan mengeluarkan miliknya. Heeyoung bahkan tak mendapatkan pelepasannya. Dia tak menikmati acara sex mereka seperti sex lain yang pernah mereka lakukan.

Hatinya sakit. perlahan kini hatinya mulai hancur menajadi debu. Dan sekarang dia sadari tak ada yang tersisa. Yah, sudah wanktunya dia pergi. tak ada lagi yang bersisa untuk dia pertahankan. Dia sendiri sudah berjanji. Saat semuanya telah hancur dan tak tertahankan dia akan pergi. pergi yang bermakna benar-benar pergi.

“Lee Hyuk Jae. Aku butuh 1 sekarang juga. Sejam lagi aku sampai.” Kyuhyun menutup ponselnya dan segera pergi setelah mengenakan pakaiannya. Meninggalkan Heeyoung yang menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong.

.

.

.

Heeyoung berjalan disepanjang trotoar. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya. Wajahnya pucat dan kepalanya sangat pusing karena bayang-bayang ingatannya yang selalu muncul setiap saat. Dan lebih buruknya hampir semua kenangan buruk.

Gadis itu terseok-seok berjalan diaspal panas tanpa alas kaki. Dia bahkan tak merasakan betapa panasnya trotoar yang dia injak karena panas matahari siang itu. bukan hanya mati rasa. Bahkan kesadarannya semakin menurun. Terus berjalan melewati orang-orang yang sesekali menyenggolnya membuat gadis itu limbung.

Berkilo meter gadis itu berjalan hingga matahari nyaris tenggelam. Gadis itu sendiri sampai di daerah pinggiran kota seoul. berdiri tepat didepan sebuah panti asuhan tempat dulu dia pernah tinggal. Hanya berdiri dan memandang dari kejauhan. Tanpa dia inginkan, kenangan dulu dia tinggal disini berkelebat dibenaknya. Sangat jelas dan sangat detil. Hingga seorang pria bernama Cho Jino mengambilnya. Merawatnya. Dia rindu kenangan itu. seorang pria baik yang jatuh cinta padanya. Heeyoung yang tak tahu diri karena tak mencintainya, tapi justru mencintai adik pria itu.

Seharusnya dia dulu belajar mencintai pria itu. dia sadar betapa sakitnya cinta yang tak berbalas. Dia menyesal. Tapi dia lebih menyesal untuk mengenal kedua pria itu. hidupnya terlalu rumit sejak mengenal mereka.

Tanpa sadar air matanya jatuh. tanpa isakan—menangis tanpa suara. Tangannya bergetar meraih ponsel disaku belakang jeans-nya. Menekan dial nomor 1—Kim Kibum, sahabatnya.

“Yeoboseyo Kim Kibum disini.” jawab diseberang sana. Heeyoung memejamkan matanya. Meresapi suara pria yang mungkin takkan ditemuinya lagi.

“Kibum-a,” ucap Heeyoung lirih.

“Young-a kau kenapa? Suaramu aneh.”

“Bolehkan aku mengucapkan selamat tinggal? Aku sudah lelah.”

“A-APA? Kau gila! kau dimana sekarang? jangan berpikiran terlalu jauh Young-a. Kau boleh pergi dari pria itu tapi tidak denganku. Kau bisa mengandalkanku. Aku akan melindungi dan menjagamu. Kau tau aku sudah menganggapmu seperti keluargaku sendiri. kau orang yang paling kusayangi didunia ini! kumohon, aku tahu apa yang kau pikirkan. Paling tidak pikirkan perasaanku. Aku tak ingin kehilanganmu.” Kibum nyaris berteriak. nada frustasi dan marah sangat kental pada suaranya. Tapi bagi Heeyoung nada sedihlah yang lebih jelas dari suara itu.

“Bum-a. Kau tahu semua ini tak akan berhenti dalam pikiranku. Aku sudah lelah. Aku ingin mengakhiri ini semua. Jika aku hidup, ini semua akan terus berlanjut—kesedihanku. Aku tak akan pernah melupakan setiap yang terjadi dalam hidupku, begitu pun sakit ini. aku terlalu bodoh. Aku begitu mencintainya. Aku nyaris gila dengan pikiranku sendiri. aku tak bisa bertahan. Aku tak ingin bayangan-bayangan ini menghantuiku seumur hidup.” Heeyoung menarik nafasnya. “Maafkan aku, oppa. Hhh maaf juga baru memanggilmu oppa disaat terakhirku. Terima kasih. Aku menyayangimu.”

Tuuttt…..

Heeyoung menutup teleponnya. Matanya menerawang dengan pandangan kosong. Setelah ini tak ada rasa sakit atau apapun kisah hidupnya yang menyakitkan sejak ia lahir. Terima kasih. Terima kasih telah memberiku hidup, bolehkah ia mengakhirinya sekarang—Tuhan.

.

.

.

Semilir angin tengah malam menerpa tubuh gadis itu. gadis itu dapat melihat sebuah mobil pick up berjalan dengan kecepatan tinggi di tengah malam daerah pinggir seoul yang sepi. Mobil itu tampak tak peduli dengan tukikan tajam jalan yang masih cukup asri itu. tak banyak kendaraan yang lewat tengah malam itu.

Heeyoung menatap mobil yang masih beberapa meter darinya itu dengan senyuman. Semua akan berakhir, penyiksaannya.

Untuk terakhir kalinya gadis itu berusaha menghirup aroma pohon-pohon pinus yang mengitari jalan itu. udara segar memasuki paru-parunya. Sangat menenangkan dengan angin yang menerbangkan anak-anak rambut hitam kelamnya.

Perlahan tapi pasti—saat mobil itu semakin mendekat kearah tikungan jalan tempat Heeyoung berdiri—Heeyoung maju selangkah demi selangkah. Menghitung setiap detik hidupnya. merapalkan setiap kalimat yang ingin diucapkannya.

“Terima kasih.” Ucapnya Lirih.

BRAKKK!!

Dan selamat tinggal.

.

.

.

PPRANGGG!!!

Suara pecahan kembali terdengar.

Kyuhyun terjatuh bersender pada tembok yang dipenuhi darah dari tangannya saat dia meninju dinding itu. kedua tangannya kini penuh dengan darah mengering. Ditatapnya kertas yang tergeletak dilantai tak jauh darinya. Miris. Sekarang dia mendapatkan hasil dari apa yang telah dipupuknya.

Selamat tinggal Cho Kyuhyun, terima kasih.

Hanya satu kalimat. Satu kalimat yang sangat menyakitkan baginya, gadisnya pergi. entah kemana.

Kyuhyun menarik rambutnya. Marah dan rasa sesal merayapi relung hatinya.

‘selamat tinggal’ kata itu terus terulang dikepalanya.

‘selamat tinggal.’

‘selamat tinggal.’

Apakah semua sudah berakhir? Hanya seperti ini? haruskah berakhir menyedihkan?

.

.

.

===To Be Continued===

Iklan

5 thoughts on “The Right One part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s