Wanted You More Part 2 End

Wanted-You-More

Title       : Wanted You More part 2 End (Sekuel The Right One)

Author  : Bellsahn

Genre    : Romance, Married Life, NC-21, Sad

Casts     :
– Ahn Heeyoung
– Cho Kyuhyun
– Kim Kibum
– Aiden Watson
– And Other cast

Disclaimer : This story is Mine. No Plagirims No copying! Thanks.

Happy Reading^-^

..
..

‘Jika pria menangis untuk wanita, berarti ia sangat mencintai wanita tersebut dan merasa telah sangat terluka. Dan satu lagi yang harus diingat, airmata pria tidak pernah berbohong’
=VENGEANCE=

==Part 2: The Right One==

Makanan dan minuman tahanan atau apapun yang diberikan padanya tak pernah dia sentuh sama sekali. dia seperti tak mempunyai nyawa. Hanya terdiam, mematung dan menatap dinding putih kotor sel tahanan dengan pandangan kosong.

Kyuhyun—pria itu nyaris seperti patung. Dalam kepalanya hanya berisi angka-angka. Angka-angka yang membawanya pada kesengsaraan—waktu. Dalam kepalanya dia hanya terus menghitung waktu—tiap jam, menit, bahkan detik. Hanya itu yang dilakukannya. dan besok… tepat istrinya menikah dengan pria lain. Tepatnya ‘mantan’. Dia ingin kembali mengulangi menghitung dari awal agar hari itu tak pernah terjadi. Tapi toh, meski dia mengulangi hitungan, waktu terus berjalan maju.

“Jangan tinggalkan aku…. hiks. Kumohon.” Akhirnya setelah merasa frustasi menghitung waktu pria itu menangis dalam kesunyian. Biar saja dia disebut pria cengeng nan bodoh karena menangisi cinta. Gadis itu satu-satunya yang dia miliki. Dia mencintai gadis itu. tapi kini gadis itu akan benar-benar meninggalkannya dengan menjadi milik orang lain.

Adakah yang lebih buruk lagi?

Ini sudah terlalu buruk untuknya. Bagaimana nanti saat dia sadar gadis itu sudah benar-benar menjadi milik orang lain? Mati saja!

..

..

“Akhirnya semua selesai sudah!!!”

Aiden terbahak dengan kerasnya. Tertawa dengan amat bahagia. Pria itu memeluk Heeyoung dengan erat dan memutar-mutar tubuh mereka dengan riangnya. Berhenti dan melompat-lompat dengan kedua tangan yang saling bergenggaman dengan adiknya itu. Heeyoung yang lebih sering berwajah datar—minim Ekspresi—pun tersenyum lebar. Dia tak menyangkah hal ini akan terjadi. Tuan Adam yang duduk dikursi makan hanya menatap kedua anaknya itu dengan pancaran bahagia dan lega.

“Syukurlah.” Bisik pria tua itu dan memanjatkan rasa terimakasihnya sekaligus berdoa untuk kebahagiaan keluarga mereka.

Pagi ini adalah pagi yang amat membahagiakan bagi mereka semua. Akhirnya setelah sekian lama, semuanya berakhir.

Pagi ini mereka semua duduk di meja makan untuk sarapan—seperti biasanya. Tuan Watson seperti hari-hari sebelumnya selalu mengajak Heeyoung mengobrol apapun. Berusaha membuat gadis itu terbuka padanya. Dan seperti pemandangan biasanya juga melihat Aiden mengutak-atik Tab-nya sambil memakan sarapannya. Tapi yang mengejutkan adalah Pria polos itu yang tiba-tiba berteriak seperti orang kesetanan. Menunjukkan layar tab-nya dan menarik Heeyoung kedalam pelukannya sambil melompat-lompat.

Akhirnya…. berita pagi ini membuat keluarga Watson bahagia. Tuduhan korupsi yang dilakukan tuan Watson dicabut. Pelaku sesungguhnya baru saja ditangkap dan memang benar jika Keluarga Watson hanya dikambing hitamkan. Dan semuanya menjadi jelas sekarang.

Heeyoung tersenyum menatap keluarganya yang juga ikut tersenyum bersamanya. Tiba-tiba sebuah pikiran melintas dipikirannya. Bukankah ini berarti….

“Kau tidak perlu menikah dengan Shim Changmin itu!” teriak Aiden tiba-tiba membuat tuan Adam dan Heeyoung menoleh kearahnya.

Heeyoung menatap Aiden penuh arti lalu beralih kearah tuan Adam yang menatapnya lembut seakan mempersilahkannya untuk memilih apapun tindakan yang dia mau. Heeyoung tanpa sadar menggigit bibir bawahnya keras. Dia memang tidak mencintai Changmin, tapi dia ingin belajar mencoba.

‘Aku mencintaimu.’ Tiba-tiba kalimat itu menyerbu kepalanya. Kalimat pria itu sangat jelas dalam kepalanya. ‘Aku mencintaimu.’ Sial. Pria itu sangat kental mempengaruhinya. Meski torehan sakit sangat mendominasi, dia tak memungkiri bahwa kejadian manis yang sedikit itu membuat hatinya hangat.

Tidak.

Tidak.

Tidak mungkin dia membatalkan pernikahannya. Meski dia akui dia menginginkan pria brengseknya! Apalagi setelah mengetahui bahwa pria itu mencintainya juga. Meski dia tak pernah tahu alasan apa yang membuat pria itu bersikap brengsek bahkan dihadapannya. Tapi dia yakin.. semua ada alasannya, terlepas dari kebutuhan pria itu yang amat besar. Dia tak tahu kenapa tiba-tiba dia bisa sangat mempercayai Kyuhyun. mempercayai ucapan cinta pria itu yang terdengar tulus. Cinta itu sangat rumit ya? dia benci menjabarkan semua ini.

Dia tidak bisa membatalkan pernikahannya yang akan terjadi besok siang. Terlebih dia tak ingin menyiksa Changmin. Mempermalukan keluarga mereka. apalagi dengan pernikahan yang bisa dibilang cukup besar. Bagaimana bisa dia membatalkan semuanya secara sepihak. Itu akan sangat menyakitkan bagi Changmin. Dan dia cukup tahu bagaimana sakitnya cinta yang tak berbalas—ya, sebelum dia tahu bahwa Kyuhyun juga mencintainya.

Heeyoung hanya diam tak berniat membalas ucapan Donghae. Dia menunduk dan kembali duduk dikursinya. Hening. Dia tahu Ayah dan kakaknya menatapnya. Dia kini bisa dibilang… tak tahu apa yang harus dilakukannya. menerima atau menolak? Dia tak tahu.

Pada dasarnya, dia tak menolak bertunangan dengan Changmin bukan. Ya, meski dia akui, hatinya menolak.

..

..

Hari ini tiba..

Heeyoung menatap cermin didepannya dengan pandangan ngeri. Rambut acak-acakan khas bangun tidur itu tidak ada apa-apanya. Yang parah adalah matanya yang membengkak. Tanpa sadar, semalaman dia menangis. entah apa yang ditangisinya. Dia sendiri tak paham. Dia merasa ingin berlari, menjauh dari semua kehidupan rumit ini. dia seorang wanita yang ingin hidupnya sederhana saja dengan kebahagiaan yang cukup. tapi itu terasa sangat sulit untuk dia dapatkan.

Ini jam 6 pagi dan 5 jam lagi dia akan mengikat janji sucinya. Mengucapkannya untuk kedua kalinya dengan orang yang berbeda.

Heeyoung mendesah berat. rasanya seperti ada batu yang menghimpit dadanya. Menyesakkan. Dia ingin membatalkan pernikahan ini. tapi dia rasa tak ada cukup alasan untuk membatalkannya. Dia menikah dengan pria yang mencintainya. Pria yang akan dengan pasti membuatnya hidup dengan baik dan bahagia. Kyuhyun? rasanya Kyuhyun bukan alasan yang kuat untuk membatalkan pernikahan itu. memang dia masih sangat mencintai pria itu dan pria itu juga mencintainya meski belum pernah menunjukkan rasa cinta itu. tapi mengingat perbuatan pria itu dulu, dia ragu pria itu akan berubah meski telah menyatakan perasaannya. Rasa cinta bukan jaminan.

Heeyoung berjalan menuruni tangga dan menghampiri meja makan yang sudah terisi kakak dan ayahnya. Mereka berdua tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing.

“Pagi.” Ucap Heeyoung datar. Tapi tangannya langsung menyambar tab yang dipegang Aiden. Lalu mencium salah satu pipi pria itu. Aiden terbahak dan menoleh kearah gadis yang berdiri dibelakangnya dengan senyum lebar. Pria itu selalu suka mendapatkan ciuman dari Heeyoung. Serasa menadapatkan ciuman dari adik kembarnya dulu.

“Oh kembalikan ehm.” Aiden mencubit kedua pipi Heeyoung yang masih tidak menunjukkan ekspresi itu. tapi percayalah, mata gadis itu berkilat geli. Memang wajah gadis itu tak berekspresi tapi matanya selalu menunjukkan sejuta ekspresi jika kau sadar itu. dan tinggal 3 tahun bersama gadis itu membuat Aiden hafal semua itu.

“Ah anak dad sebentar lagi akan menikah. Hei Aiden, kau tak akan bisa mendapatkan ciuman lagi darinya.” Tuan Adam melirik geli pemandangan yang hampir setiap pagi tersuguh dihadapannya itu.

Aiden melirik ayahnya horor. “Mungkin aku akan memikirkan untuk menculik pengantin wanitanya.” Lalu pria itu terkekeh mendengar ucapannya sendiri.

Heeyoung memutar matanya. “Oh coba saja oppa.” Gadis itu berjalan menghampiri kursinya sendiri. tapi sebelum dia benar-benar duduk, Aiden menarik kursi Heeyoung kebelakang hingga…..

Bruk!!!

“AHHKKK YA! IKAN SIALAN!”

“Bwahahahahaha….” Aiden tertawa terbahak-bahak melihat adegan dihadapannya sedangkan tuan Adam hanya menggeleng melihat kejadian itu. “Kau mulai lagi Aiden.” Ucap pria tua itu lirih. Aiden hanya menyengir tanpa rasa bersalah.

“Kau kira ini tidak sakit huh?!!!” teriak Heeyoung. Dia geram dengan kakaknya itu. bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini pada adiknya sendiri. oh dasar ikan badut sialan!

“Habisnya aku suka ekspresi marahmu. Jadi wajahmu tidak datar lagi kan.” Aiden kembali tertawa dengan kerasnya saat mendapatkan delikan kesal dari Heeyoung. Pantatnya sangat terasa sakit karena jatuh dengan keras kelantai. Heeyoung menatap miris kursi yang berada beberapa centi dibelakangnya. Ini memalukan.

“Aku bukan hantu yang bisa berwajah datar.” Ucapnya sambil menormalkan mimik wajahnya.

“Tapi kau melakukannya.” Ucap Aiden acuh dan tak lama kemudian kembali tertawa.

Heeyoung menatap Aiden tak percaya. tapi tak berapa lama dia tersenyum. Dia sangat suka melihat Aiden tertawa. Rasanya tawa pria itu membawa kebahagiaan disekelilingnya.

“Sudah. Sudah. Kalian harus makan. Dan Heeyoung juga harus istirahat. Pernikahanmu akan melelahkan sayang.” Ucap Tuan Adam dan dituruti oleh kedua anaknya. Mereka mulai memakan sarapan mereka masing-masing.

Heeyoung sendiri belum menyuapkan makanannya kedalam mulut. Dia menatap makanannya dengan pandangan meneliti. Ada yang aneh padanya. Dan dia merasakan semua itu. sarapannya memang seperti biasa. Tak ada yang aneh. Tapi saat aroma makanan itu terhirup olehnya tiba-tiba dia merasa….. mual.

Dengan cepat gadis itu berlari menuju wastafel yang ada didapur. Dorongan alami pada perutnya memaksa keluar. dia ingin muntah. Dan saat dia berhasil sampai diwastafel, dia memuntahkan semuanya. Bahkan sisa-sisa makan malamnya. Hingga tak ada lagi yang dapat dia muntahkan, akhirnya hanya air yang keluar.

“Kau tidak apa-apa sayang?” tuan Adam dan Aiden menatap cemas pada Heeyoung. Kini, gadis itu tampak pucat.

“Tidak. aku merasa lemas.” Ucap gadis itu jujur.

“Kita kedokter eoh. Ini tidak baik, kau akan menikah nanti siang. Atau kita batalkan saja?”

Heeyoung menggeleng lemah. Tiba-tiba saja dia merasa sangat lemas. Dan rasa mual itu masih melingkupinya, tapi dia menyerah untuk mengeluarkan isi perutnya karena memang tak ada lagi yang bisa dikeluarkan. “Tidak. aku ingin istirahat saja dikamar. Nanti akan membaik sendiri. kurasa aku Cuma masuk angin.”

Kedua pria itu hanya pasrah dan menuruti keinginan satu-satunya perempuan dalam keluarga mereka itu. dengan perhatian Aiden membopong tubuh Heeyoung dalam gendongannya dan tuan Adam yang mengekor dibelakang.

..

..

Heeyoung masih berdiri terpaku didepan wastafel kamar mandi dalam kamarnya. Bagaimana bisa? Ini diluar dugaannya.

Dia masih saja berdiri bahkan hampir sejam lamanya. Rasanya tak percaya saja melihat benda kecil panjang yang tergeletak dengan apik diatas wastafel itu menunjukkan 2 garis merah. Apa itu berarti dia…. hamil? Benar-benar hamil?

Heeyoung menunduk menatap perutnya sendiri yang masih rata. Mengusapnya dengan lembut. Dan seketika senyum kecil menghiasi wajahnya. Rasa itu muncul begitu saja. Menelusup dalam celah-celah hatinya. Kenapa dia harus tersenyum?

Ya. karena dia hamil. Bahkan jika dia tak menginginkan kehamilan ini, mungkin dia akan tetap tersenyum. Bukankah setiap calon ibu selalu seperti itu? tanpa sadar ikatan itu akan terjalin dengan sendirinya antara dia dan…. Heeyoung mengelus perutnya lagi.

Bayi itu.

..

..

Heeyoung menatap pantulan dirinya dicermin yang berbentuk seukuran tubuhnya. menatap dengan pandangan kosong pantulan yang ada didepannya. Tubuh itu dilingkupi kain berwarna putih tulang. Tampak anggun dan sungguh mencolok. Sedikit membuat kulitnya menjadi terlihat lebih pucat. Gaun itu melilit dengan ketat sepanjang garis bahu hingga pinggangnya dan mengembang dari pinggang hingga melewati mata kaki.

Gaun pernikahan.

Janji suci.

Suami-istri.

Hidup bersama.

Kata-kata itu akan menjadi hidupnya lagi hari ini. sejam lagi pernikahannya dengan seorang pria baik hati. Bukan si brengsek itu.

Heeyoung menurunkan pandangannya dan menatap pada cermin tepat diperutnya. Sesuatu yang tak seharusnya ada tumbuh disana. Sesuatu yang seharusnya tumbuh dalam keluarga harmonis penuh kasih sayang seharusnya tak tumbuh disana. Disaat semuanya hancur berantakan.

Tidak. dia tak akan pernah membunuhnya. Dia akan mempertahankannya. meski dia tak tahu itu benar atau tidak. apakah seseorang yang membuat sesuatu itu ada, mengharapkannya? Bayi ini,,, apa diharapkan oleh pria itu?

Tapi dia akan menikah hari ini. dengan pria lain. dan apakah pria yang akan dinikahinya hari ini akan menerima bayi ini seperti anaknya sendiri? itulah yang ditakutinya kini. Bahwa semuanya akan menjadi lebih sulit. Tapi dia bahagia mendapatkan bahwa dia hamil. Perasaan seorang ibu yang ingin melindungi bayinya tumbuh begitu saja.

Elusan dirambut yang tersanggul itu membuat Heeyoung mengangkat pandangannya pada cermin dan menatap pantulan pria tua yang entah sejak kapan berdiri dibelakangnya. “Kau tak harus melakukannya jika tak ingin.”

Benar. Bukankah perkataan pria tua itu benar adanya? Dia tak harus melakukannya jika tak ingin. tak ada tanggungan lagi untuknya yang mengharuskan menikah hari ini. tapi perasaan pria yang akan dinikahinya hari ini menjadi pertimbangan besar baginya. Dia sudah pernah merasakan dihancurkan. Dia tak ingin menghancurkan orang lain. Orang yang mencintainya, meski dia tahu dia tak mencintai calon pengantinnya. Tapi baginya dicintai lebih baik. Dia menghargai itu.

Dan seketika perasaan membeludak ingin menceritakan semua keluh kesahnya pada seseorang menguasainya. Dia ingin menceritakan pada seseorang yang dipercayainya bahwa dia hamil. Mengatakan semua perasaaan yang kini dirasakannya setelah dia mengetahui bahwa dia hamil. Dan mengatakan tentang kebimbangannya. Ingin sekali. untuk pertama kalinya dia ingin menceritakan tentang perasaannya pada seseorang tanpa perlu dipaksa.

Heeyoung menatap ayahnya sendu.

“Dad… aku hamil.” Ucapnya lirih.

..

..

“SIALAN! PANGGILKAN PENGACARAKU!”

Kyuhyun berteriak seperti orang gila dalam penjara jerujinya. Nafansya tersenggal-senggal. Bukan. bukan karena dia habis berteriak super keras atau apapun. Ini semua karena jantungnya yang serasa berlomba meraih oksigen. Dia merasa sesak, sangat. Gadis itu akan menikah. Akan menikah. Menikah. Dengan orang lain. kata-kata itu selalu berputar dalam kepalanya.

Bagaimana ini? dia tak kuat! Dia takut. Dia tak bisa menerima jika gadis itu menikah dengan pria lain. dia ingin berhenti menghitung setiap detik hari demi hari. Tapi akhirnya dia akan tetap melanjutkan hitungannya dan 1 jam lagi gadis itu akan menikah dengan pria sialan itu. bagaimana ini? rasanya sangat menyakitkan. Sangat menyiksa.

Sudah setengah jam dia berdiri sambil berteriak-teriak. Tangannya menggenggam jeruji besi dengan erat seakan ingin menghancurkannya menjadi butiran-butiran. Wajahnya bahkan sudah memerah karena menahan rasa sesak itu.

Tak ada lagi kata Cho Kyuhyun yang tampak menawan. Yang ada hanya seorang pria …. putus asa.

Tubuh itu merosot hingga terduduk dengan lemas. Tangannya masih menggenggam jeruji besi dengan erat.

Pria itu menunduk. menatap lantai beton penjaranya. Hari ini dia akan benar-benar kehilangan gadis itu.

“Cho Kyuhyun.”

Pria itu akhirnya mendongak saat ada yang memanggilnya.

..

..

Dari tadi dia sudah berlari seperti orang kalap dari tempat tahanannya hingga akhirnya mencapai gereja itu. dia bahkan melupakan hal logis seperti kendaraan umum. Benar-benar….. oh ya, dalam kepalanya hanya ada satu hal kini dan yang lainnya terlupa begitu saja.

Tapi kini setelah dia sampai. Tak ada apapun. Memang masih terdapat hiasan-hiasan disana sehingga menunjukkan bahwa ada sebuah pernikahan. Tapi disana sepi. Tak ada siapapun. Apa dia terlambat?

Bunuh dia jika itu terjadi.

Tapi dalam bayangannya, semua itu terjadi. Semua telah usai. Gadis itu menjadi milik orang lain. kau pria brengsek Cho Kyuhyun. bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan gadis sebaik itu lagi. gadis itu pantas pergi. bukan bersama pria brengsek sepertimu.

..

..

Heeyoung pov

Aku tak percaya. aku melihatnya lagi. punggung itu tampak tegap, gagah. Sungguh, aku merindukan tubuh itu—dirinya. Dia berdiri hanya beberapa meter dariku. Entah kenapa rasa benci itu perlahan meluruh. Sedangkan rasa rindu itu semakin mendekapku erat. Aku ingin memeluknya. Merasakan hangat tubuhnya.

Rambutnya sedikit bertambah panjang hingga menutupi tengkuknya. Bahkan baju tahanan itu masih dikenakannya. Orang pasti menyangka bahwa dia tahanan yang kabur. Ngomong-ngomong bagaimana dia bisa bebas?

Aku melangkah maju menghampiri tubuh tegap itu. yah, meski sedikit tampak lusuh. Pria brengsekku berdiri disana.

“kumohon jangan pergi. kumohon.”

Aku berhenti saat pria itu mulai meracau. Nadanya lirih terdengar sangat menyayat. aku dapat merasakan keputusasaan dalam nadanya. Apa dia benar-benar tak ingin aku pergi? apa aku begitu berarti dalam hidupnya? Apa dia akan menerimaku kembali dan memperlakukanku dengan selayaknya. Karena kini aku tahu, tak ada alasan untukku menghindar darinya. Sesuatu membutuhkannya. Dan kuharap semua ini dapat merubahnya.

Aku mengelus perutku. Ya. bayi ini membutuhkannya. Sosok ayah. Mungkin Kyuhyun bukan yang terbaik. Tapi dia yang dibutuhkan bayi ini. dorongan itu muncul dengan besar. apa karena bayi ini? hhh…. bahkan dia tahu yang mana ayahnya.

Aku sendiri tak ingin membesarkannya tanpa ayah. Mungkin aku sendirian bisa merawatnya. Tapi anak ini akan mencari sosok ayahnya esok. Dan bisa saja dia menjadi bahan cemoohan orang dan aku tak ingin itu. aku sudah merasakan bagaimana hidup tanpa orang tua. Aku tak ingin anakku kelak merasakan sedikit pun penderitaanku itu.

Aku semakin berjalan maju. Menatap punggungnya lekat. Kenapa aku begitu merindukannya? Kenapa rasa sakit itu tiba-tiba menghilang. Atau bayi ini yang membantuku menghilangkannya? Kenapa aku selalu melibatkan bayiku….. oh God.

Tanpa basa-basi kupeluk tubuhnya dari belakang. Melingkarkan kedua tanganku diperutnya. Dan rasa itu meluap seketika.

Dia berbalik cepat dan menatapku kaget dengan matanya yang melebar sempurna tapi lucunya air mata itu seketika jatuh dari matanya. Dia menangis—priaku. Hanya ada air mata tanpa suara. Beberapa menit, dia masih saja berdiri seperti itu. apa aku terlihat seperti hantu? Dia bahkan tak bergerak sesenti pun.

Matanya masih terbuka lebar dengan air mata yang menetes. Tapi dapat kurasakan tangannya yang beberapa menit lalu mencengkram bahuku lembut menjadi semakin erat. Aku sedikit meringis karena cengkraman itu benar-benar erat. “Kyuhyun” aku berusaha menyadarkannya. Berusaha memberitahukannya bahwa aku kesakitan.

Mungkin mulai saat ini aku akan mencoba. Mencoba berkata jujur dan apa adanya padanya. Jika semuanya bisa kembali meski tak sempurna, aku akan berusaha menjadi sosok yang lebih terbuka. Dan kuharap dia bisa berubah dan memperlakukan lebih baik jika kami bisa kembali esok. Terdengar seperti aku menerimanya kembali bukan? tapi keadaan dan perasaanku memaksaku begitu. meski bayangan rasa sakit itu masih ada dengan teramat jelas, mungkin suatu hari aku bisa menguburnya dengan kenangan yang lebih baik.

“Maaf. maafkan aku. aku salah. Aku salah. Aku tahu itu. aku minta maaf. aku melakukan hal bodoh. Maafkan aku. kumohon.”

Aku melotot menatap pria itu. kini pria itu bakan berlutu padaku. Aku dapat melihat jelas tangannya yang terkepal erat. Kepalanya menunduk sehingga aku tak tahu apa dia masih menangis atau tidak. kata seseorang air mata pria tak pernah berbohong. Mungkin itu benar adanya. Aku dapat melihatnya pada pria brengsekku kini. Ego prianya yang tinggi pun dia buang kini dan berlutu meminta maaf dihadapanku. Jadi apa yang harus kulakukan kini? Ini pertama kalinya seseorang berlutut dihadapanku. Aku bahkan tak pernah mendapatkan situasi seperti ini.

“Kyuh…”

“Aku tak bisa menerima ini. aku tak bisa kehilanganmu. Tidak. aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik orang lain. kau milikku. Akan selamanya seperti itu. kehadiranmu selama ini membuatku terbiasa hingga aku tak bisa jika tak melihatmu. Kau tak akan pernah tahu bagaimana aku menjalani beberapa tahun ini tanpamu. Aku kesakitan. Aku mencintaimu. Bahkan saat aku melakukan hal ‘itu’ pada jalang-jalang itu. aku tahu aku brengsek. Aku terlalu banyak menyakitimu. Aku hanya…. tak tahu bagaimana membuatmu agar menatapku lebih. Kau selalu tampak tenang.” Kyuhyun berhenti sejenak, mendongak menatapku dengan wajah sendu. Air matanya sudah berhenti mengalir dan meninggalkan bekas merah pada mata beningnya. “Aku tahu kau menikah terpaksa denganku. Tapi aku tak begitu, aku mencintaimu sejak awal. Aku mencintaimu bahkan sejak kau masih bersama hyung. Aku benar-benar brengsek bukan? maafkan aku. aku tak akan melepaskanmu. Seperti yang kubilang tadi, kau milikku selamanya. Jangan tinggalkan aku. beri aku satu kesempatan lagi.”

Aku hanya bisa terdiam. Dia benar-benar mengatakan semua perasaannya. Dan yang membuatku terkejut adalah dia yang mencintaiku sejak awal. Tapi kenapa dia tak jujur? Dan seketika aku ingin memukul kepalaku sendiri. Tentu saja karena dia tipe orang yang sama sepertiku. Kami tak akan mengatakannya semudah itu tanpa ada paksaan.

Aku ingin menangis dan tertawa geli. Perkataannya benar-benar menyiratkan bahwa dia pria egois. Lihat saja, dari tadi mengatakan bahwa aku miliknya. Dasar Cho Kyuhyun. dan aku memang milikmu.

“Jangan menikah dengan si Changmin bodoh itu. kau milikku!”

‘Aku memang milikmu’ ucapku dalam hati.

Kyuhyun berdiri. Menatapku lekat-lekat. Tangannya menyusuri wajahku dan menyatukan wajah kami. Dia menciumku dengan lembut. Aku dapat merasakan perasaan sayangnya. Tangannya masih berada diwajahku dengan tangan satunya yang merengkuh pinggangku intens. Pria-ku…

“Cho…” ucapku lirih dan melepaskan ciuman kami. Aku ingin menjelaskan semuanya tapi dia bahkan tak membiarkanku berbicara apapun. Kyuhyun dengan seenaknya menarikku naik keatas altar. Kami berdiri berhadapan dan saling menatap satu sama lain.

“Aku Cho Kyuhyun dan kau Ahn Heeyoung. Aku menerimamu untuk menemaniku menghabiskan seluruh sisa usiaku. Tertawa dan menangis bersama. Aku akan menjadi tumpuanmu, sandaranmu, tempat keluh kesahmu. Begitupun aku yang akan menemanimu menghabiskan seluruh sisa usiamu. Menjagamu dan berusaha membuatmu bahagia dengan seluruh kemampuanmu. Kau milikku dan aku milikmu. Mulai hari ini kita akan memulai hidup baru yang lebih baik. Bersama hingga saatnya kita nanti berpisah karena maut. Aku mencintaimu, selalu.”

Lalu apa yang bisa kuucapkan kini? Ini terlalu manis. Tak ada yang bisa kukatakan. Hanya air mataku yang kini mulai jatuh. mata kami masih saling terpaut. Berusaha mendalami lebih dalam. menelusuri segala sisi.

“Ya. kita bersama. Dan aku mencintaimu.” Ucapku lirih tapi penuh keyakinan.

Ekspresi pria itu berubah. Kyuhyun menatapku tak percaya. seakan apa yang kuucapkan itu hanya ilusinya. Dia dengan cepat mendekapku erat. Seerat yang dia bisa seakan tak membiarkanku kabur jika aku ingin melakukannya. Tidak. aku tak akan melakukannya untuk saat ini. karena aku miliknya.

“Jangan memelukku terlalu erat. Kau tak ingin menyakiti calon anak kita bukan?”

Aku menatapnya geli saat melihat ekspresinya yang seperti orang bodoh saat mendengarkan ucapanku. Dengan cepat dia melepaskan pelukanku.

“Kenapa dilepas?” tanyaku dengan nada tak suka. Tapi mataku menatapnya geli.

“Eh…” Kyuhyun langsung memelukku lagi. dengan lebih santai dan renggang. “Terimakasih.” Ucapnya lalu mengecup dahiku.

Ya. kita akan kembali lagi seperti semula. Tetapi dengan hidup yang lebih baik dan sifat baru yang akan mengisi rumah tangga kami agar tak ada kesalapahaman lagi. meski aku tahu torehan kesakitan yang diberikannya tak akan hilang dan aku sendiri takut jika itu mempengaruhi rumah tangga kami esok. Tapi ada bayi ini yang akan menyatukan kami. Memberi kami kehidupan yang lebih bahagia. Dan perlahan tapi pasti, kenangan itu akan menjadi sekedar kenangan. Terkubur bersama kenangan manis yang akan kami ciptakan.

Heeyoung pov end

..

..

4 bulan kemudian

“Sayang….”

“APA?!” bentak Heeyoung. Bahkan membentak pun wajahnya masih tetap datar. Dia menatap Kyuhyun yang kini tengah memelas dan membawa sebuah gelas ditangannya. Bahkan sejak tadi yang mereka lakukan hanya memutari rumah baru mereka yang baru 4 bulan ini mereka tempati. “Aku tidak mau Cho Kyuhyun.”

“Apa hari ini aku harus memaksamu lagi? apa kau tak lelah seperti ini hampir setiap hari. Ayolah, 3 bulan kemarin kau biasa-biasa saja meminumnya. Tapi kenapa sejak sebulan lalu kau susah sekali untuk meminum susu hamilmu?”

Heeyoung sebenarnya merasa kasihan pada Kyuhyun. setiap hari dia membuat pria itu kewalahan dengan tingkahnya yang semakin aneh saja. Tapi kali ini dia sungguh tak suka dengan apa yang pria itu minta. Hanya hal sederhana sebenarnya, meminum susu hamilnya.

Tapi dia sungguh tidak mau! Susu hamil itu rasanya benar-benar amis. Dia tak suka. Saat trimester pertama memang dia tak mengeluh dengan rasa susu itu. mungkin karena terlalu banyak mual-mual. Jujur saja, dia mengalami morning sickness yang lebih berat dari para wanita hamil biasanya. Membuatnya lemas hampir setiap hari dan Kyuhyun sendiri dengan penuh perhatian selalu merawatnya dengan baik. Meninggalkan segala pekerjaannya dan menemaninya hampir setiap hari dirumah. Tapi sejak melewati trimester pertama dia mulai bisa merasakan rasa susu hamil itu dengan baik, dan itu memuakkan—dia benci rasanya.

“Tidak. kumohon aku benci rasanya.” Akhirnya Heeyoung hanya bisa memohon. Tapi percuma, Kyuhyun tak akan menyerah begitu saja. Pria itu akan melakukan apapun untuk kebaikan kedua malaikatnya.

Dengan cepat Kyuhyun berjalan dan meraih tubuh wanitanya yang kini mulai sedikit berisi. Dan dia cukup senang karena tubuh itu tak hanya tinggal tulang-tulang dengan sedikit daging seperti dulu—yang justru telihat seperti tak pernah diberi makan.

Kyuhyun mengecup perut bulat yang kini sudah berusia 5 bulan itu. alu menegakkan tubuhnya dan menatap Heeyoung dengan senyum miringnya.

“Kau akan tetap menyuruhku meminumnya?” tanya heeyoung yang kini perlahan merubah ekspresinya dengan wajah memelas. Hal yang sangat jarang terjadi.

Kyuhyun menatap Heeyoung garang dan semakin mengeratkan cengkramannya pada lengan Heeyoung. Dia tak suka saat Heeyoung memasang ekspresi seperti itu karena hal itu dapat membangkitkan sesuatu dibawah sana. Sialan, kenapa saat ini dia bisa-bisanya berfantasi yang aneh-aneh. Oh pikirkan anakmu dan wanitamu Cho Kyuhyun. kau tak mungkin menyerangnya.

Dengan cepat Kyuhyun menegak susu hamil itu dan mencium Heeyoung. Memindahkan air susu itu kedalam mulut Heeyoung. Ini cara yang akan dilakukannya jika putus asa karena wanita itu tak bisa diajak berkompromi untuk meminum susunya. Setelah habis, Kyuhyun kembali menegak sisa susu dan kembali mencium Heeyoung. Terus seperti itu hingga susu dalam gelas habis tak bersisa. Dia akan melakukan apapun untuk kedua malaikatnya. Meskipun harus merasakan susu ibu hamil yang terasa jauh lebih amis dari susu pada umumnya.

Heeyoung sendiri tak menolak cara Kyuhyun. justru dia cukup senang, karena jika seperti itu entah kenapa rasa susunya jadi berbeda. Terasa lebih enak, atau bibir Kyuhyun yang enak?

“Hah akhirnya kau meminumnya.”

Heeyoung hanya menyengir tanpa rasa bersalah pada Kyuhyun. Kyuhyun sendiri mengacak-acak rambut Heeyoung. Mereka kini semakin terbuka satu sama lain. memahami diri satu sama lain dan membuat hidup mereka terasa lebih cerah. Dan kebersamaan seperti ini terasa amat menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan bagi mereka.

Kyuhyun sendiri tak pernah menunjukkan sifat buruknya lagi. dia menjadi seorang pria yang seutuhnya milik wanita yang dicintainya. Hanya menatap wanita tanpa peduli dengan yang lainnya. Bahkan segalanya hanya tentang wanitnya. Baginya tak ada yang lebih penting dari itu. kecuali calon bayinya, mereka sama-sama hal terindah bagi Kyuhyun.

Tuntutan Kyuhyun sendiri dicabut oleh Changmin. Changmin punsudah menerima keputusanku untuk kembali pada Kyuhyun. dia tahu bahwa dia tak akan mampu merebutku karena ada seorang calon bayi yang membutuhkan ayahnya. Lagipula Changmin tak seegois itu. Dan semuanya menjadi lebih baik. Kyuhyun bebas meski harus memberikan sedikit jaminan juga. Semua sahamnya dikembalikan oleh Lee Hyuk Jae. Sebenarnya bisa saja Hyuk Jae tak mengembalikan semua itu karena semua itu telah atas namanya. Tapi dia sadar, Hyuk Jae bukan orang seperti itu. bahkan dengan senang hati pria itu mengembalikan semuanya atas nama Kyuhyun. Hyuk Jae sendiri lebih suka menjadi asisten Kyuhyun dalam segala bidang. Hal itu merupakan kesenangan sendiri baginya. Dan memimpin perusahaan terasa sangat mencekik.

Tapi mungkin sampai beberapa bulan kedepan Hyuk Jae akan direpotkan dengan perusahan karena menggantikan Kyuhyun lebih lama. Kyuhun sendiri ingin fokus dengan kehamilan anak pertamanya. Menjaga wanitanya dan calon anaknya. Merasakan saat-saat menjadi seorang ayah.

..

..

Kyuhyun bangkit dari tidurnya dengan perlahan. Tak ingin menganggu ketenangan Heeyoung yang kini tidur disampingnya. Perlahan Kyuhyun melepaskan pelukan wanita itu pada tubuhnya.

Pria itu bangkit masuk kedalam kamar mandi hendak mencuci mukanya. Lalu tak lama dia kembali keluar dan berjalan menuju pintu kamarnya. Membuka pintu perlahan dan berjalan menuju bar kecil yang menjadi satu dengan area dapur.

Kyuhyun duduk disalah satu kursi bar dan menegak Wine merah kegemarannya dalam diam. Menyesap sedikit demi sedikit rasa pekat dalam wine itu. memang tak setiap hari dia minum wine seperti ini, tapi ini cukup sering. Bukankah dia pernah bilang jika Wine satu-satunya pengalih sex baginya bukan? dan ya beginilah. Dia akan begini jika dia frustasi saat keinginannya untuk melakukan sex tak terwujud. Memang dia sudah tak melakukan kebiasaan bejatnya itu. tapi dia tak sepenuhnya bisa menghilangkan hal yang sudah seperti kesehariannya itu. memang perlahan bisa, tapi pasti ada saatnya dia benar-benar merasa gila karena tak bisa melakukannya.

Melakukan sex dengan Heeyoung?

Hhhh…. pernah waktu itu, Kyuhyun begairah pada Heeyoung—mungkin saat usia kandungan wanita itu menginjak bulan ke 11, hampir 3 bulan—dia tak bisa menahan nafsunya. Sebenarnya dia tak ingin melakukannya karena wanita itu masih hamil muda. Apalagi dengan Morning sickness yang berat. tapi entah setan mana yang menguasainya hingga dia nyaris melakukannya.

Kyuhyun bahkan sudah setengah jalan waktu itu, tapi ternyata gadis itu kesakitan. Maksudnya, gadis itu tak bisa disentuhnya lebih jauh. Dan dia akhirnya tahu gadis itu trauma akan sentuhan intimnya. Sial, Kyuhyun baru sadar jika perbuatan kasarnya memberikan rasa trauma pada wanitanya. Dia menyesal dan meras bodoh sebagai pria. Sejak itu Kyuhyun tak pernah berpikirna untuk menyentuh gadisnya lagi.

“Apa yang kau lakukan disini oppa?”

Kyuhyun menoleh saat mendengarkan suara lembut itu mengalun memenuhi gendang pendengarannya. Dia tersenyum dan melangkah menghampiri Heeyoung. Mendekap gadis itu. menggiringnya untuk duduk diatas kursi makan diatas pangkuannya.

“Hanya minum sedikit Wine.” Jawab Kyuhyun jujur.

“Malam-malam begini?” tanya Heeyoung heran. Bukankah pria itu tadi sudah tidur?

“Bukankah Wine memang diminum malam hari sayang?” Kyuhyun menatap Heeyoung dengan pandangan intens. Malam ini dia ingin sekali bercinta tapi dia menahannya. Selalu seperti ini, dia akan menahannya.

“Bukan itu…. yasudahlah.” Heeyoung memutar matanya. Sedikit risih dengan pandangan intens Kyuhyun. “Kau harus mengurangi konsumsi Wine-mu. Itu tidak baik.”

“Aku tahu… tapi aku tak bisa sayang. Bukankah kau sudah tahu alasannya?”

Heeyoung melebarkan matanya saat ingat alasan kenapa Kyuhyun minum Wine. Oh ya, Wine hanya pelampiasan pria itu. Heeyoung menatap Kyuhyun dengan pandangan penuh arti. Dia ingin sekali memenuhi kebutuhan prianya. Tapi dia masih merasa takut. Dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tak mampu melayani Kyuhyun. bukankah itu hal dasar yang harus dilakukan seorang istri?

“Maafkan aku.” ucap Heeyoung lirih.

“Jangan pernah menyalahkan dirimu sayang. Bagaimana pun juga aku yang bersalah.”

Heeyoung menatap Kyuhyun sendu. Tiba-tiba ada keinginan untuk mencoba melakukannya lagi dengan Kyuhyun. ada keinginan dimana kulit tubuh Kyuhyun menyentuhnya dimana-mana. Dia sendiri merasa bersalah pada Kyuhyun. dan perasaaan ingin disentuh menggebu dalam dirinya. Apa karena hormon kehamilan? Apa sekarang saatnya hormon ingin disentuh seperti itu datang. Dia tahu, orang hamil cenderung menggebu-gebu gairanhya. Tapi haruskah terjadi padanya juga, saat ini? dia masih dalam keadaan tak daapt disentuh. Masiha da rasa takut tapi keinginan itu mulai naik dan naik.

“Kau ingin melakukannya oppa?” ucap Heeyoung sedikit ragu dengan pertanyaannya sendiri.

Kyuhyun sendiri menaikkan alisnya. “Sudahlah sayang. Ayo kita tidur.” Pria itu menggendong Heeyoung menuju kamar, tak ingin membuat gadis itu lelah.

“Tiba-tiba aku ingin melakukannya.”

Kyuhyun terpaku saat dia menaruh Heeyoung diatas kasur. Perkataan gadis itu benar-benar menggodanya untuk menyentuh. Tapi dia cukup sadar diri. “Tidrulah hem…. ini sudah malam tak baik untukmu tidur malam-malam.”

“Apa kau akan melakukannya secara lembut?” Kyuhyun kembali terpaku. Dia berhenti tepat disisi ranjangnya. Menatap Heeyoung dengan pandangan bergairah. Sialan dia tergoda dengan ucapan gadisnya. Tidak. tidak. Cho Kyuhyun kau mungkin akan menyakitinya nanti.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Heeyoung yang menatapnya dengan pandangan…. memohon. “Aku bergairah.” Shit! Umpat Kyuhyun saat mendengar ucapan frontal gadisnya. Dengan cepat dia mencium gadis itu.

Melumat dalam bibir manis gadisnya. Dia kini memang jarang mencium Heeyoung tepat dibibir. Jika pun mencium dibibir, itu pun hanya sebuah kecupan tanpa lumatan. Bukan tanpa alasan, dia hanya tak ingin menjadi buas. Oh faktanya adalah, dia tak pernah bisa berhenti saat mencium gadisnya. Baru saat gadisnya kehabisan nafas, dia baru akan berhanti. Tapi setelah itu dia akan mencium lagi hingga dirinya puas.

Dan kini Kyuhyun melakukannya seperti itu. mungkin karena efek kehilangan gadisnya selama beberapa tahun membuatnya sensitive saat menyentuh Heeyoung. Merubahnya menjadi lebih liar lagi.

Ciuman itu terus berlanjut menjadi semakin dalam. Kyuhyun sendiri menikmati semua itu hingga tak sadar kancing piyamanya mulai terbuka satu per satu oleh tangan Heeyoung. Nafsu mulai menguasai mereka.

Heeyoung sendiri sadar, dia tak bisa terus menerus seperti ini. dia harus mengatasi traumanya. Dia ingin disentuh Kyuhyun lagi. bagaimana pun juga Kyuhyun berhak menyentuhnya.

“engh….” Heeyoung melenguh karena kehabisan nafas dan Kyuhyun sadar akan hal itu. dia pun segera melepaskan ciumannya. Menatap intesn gadisnya.

“Sayang…” Kyuhyun menatap Heeyoung dalam saat sadar kancing piyamanya sudah terbuka semua. Merasakan jari-jari itu yang menyentuhnya lembut.

“Lakukan dengan lembut Cho Kyuhyun.” dan itu kode hijau untuknya.

..

..

Kyuhyun mendesah saat merasakan tubuh bagian bawahnya diremas oleh jari-jari mugil itu. tubuh mereka berdua sudah sama-sama naked. Kyuhyun sendiri berada diatas. Berusaha berhati-hati agar tak menghimpit purut Heeyoung. Dia tak ingin anakanya kenapa-napa.

Ciuman mereka terus berlanjut samakin intens saja. Kyuhyun bahkan mengerang dalam ciumannya karena merasakan remasan lembut pada bagian bawahnya. Dia sendiri cukup heran karena gadisnya sangat liar malam ini. bahkan gadis itu mencuri start darinya. Heeyoung sendiri merasakan gairahnya naik begitu saja. Rasanya dia ingin disentuh oleh Kyuhyun.

Mereka melepaskan ciuman itu dan bernafas tersenggal. Menatap satu sama lain dengan senyuman.

“Kau membuatku gila sayang.” Ucap Kyuhyun dengan senyum miringnya dan tak lama pria itu mengerang karena mendapatkan balasan remasan Heeyoung yang semakin kuat. “Sial.”

Dengan cepat tangan Kyuhyun turun dan meremas gundukan payudara gadisnya yang terasa semakin besar karena kehmilannya. Meremas lembut karena dia tahu payudara itu sensitve sejak gadisnya hamil.

“Euhm … kyuhhh..” desah gadis itu yang membuat Kyuhyun semakin bersemangat. Setelah sekian lama dia akan merasakan lagi bagaimana rasa menyentuh gadisnya.

Kyuhyun mencium Heeyoung diseluruh wajah lalu kembali ketitik nikmat yaitu bibir gadis itu. menelaah segala sisi mulut itu dan mencecap segala rasa. Kyuhyun menjulurkan lidahnya dan menjilati sepanjang tubuh Heeyoug. Dari dagu turun keleher, belahan dadanya, terus tuen keperut dan sampai didaerah terlarang. Kyuhyun menjilati daerah itu, memancing gairah gadisnya semakin naik. Setiap sentuhannya, Kyuhyun berusaha hati-hati. Tak ingin gadis itu dan anaknya tersakiti.

“Oppa….” racau Heeyoung. Rasanya dia tak bisa menahan ini semua. Diremasnya junior Kyuhyun semakin kuat. Membuat Kyuhyun mengumpat karena nikmat yng dia dapat. Kyuhyun merasa benar-benar sudah tak bisa menahan gairahnya.

“Aku masukkan ya sayang?” Heeyoung mengangguk perlahan mendengar permintaan Kyuhyun. ada sedikit rasa takut saat Kyuhyun mulai memasukkan kejantanannya. Kyuhyun sendiri berusaha menyakinkan Heeyoung bahwa ini semua tak akan kenapa-napa. Mengelus puncak kepala itu dan menciumi seluruh wajah Heeyoung. Membuat gadis itu sedikit teralihkan.

“Appa akan menjengukmu sayang.” Ucap Kyuhyun dan kejantanannya masuk saat itu juga.

Semuanya terjadi begitu saja. Mereka akhirnya melakukannya. Untuk pertama kalinya dengan perasaan yang seharusnya. Perasaan yang sudah terungkap apa adanya. Mereka melakukan untuk pertama kalinya saat mereka sudah tahu kata cinta itu ada dalam hubungan mereka.

Kyuhyun melesakkan kejantanannya masuk dan keluar. menusuk lubang Heeyoung dengan nilmat, intens, dan penuh kasih sayang. Hingga mereka sama-sama merasa mencapai puncak. Mencapai kenikmatan itu bersama dengan kata cinta yang menggebu.

Kyuhyun berdiir melepaskan kejantanannya. Menyelimuti gadis itu dengan rapi dan memungut baju mereka untuk dimasukkan kekeranjang pakaian kotor. Kyuhyun sendiri melesat untuk mengambil celana pendek untuk dia gunakan dan berjalan menuju kamar mandi.

“mau kemana oppa?” tanya Heeyoung dengan mata yang akan tertutup. Dia dapat melihat Kyuhyun yang berjalan meninggalkannya.

“Kyuhyun menghembuskan nafasnya. “Sekali tak cukup untukku sayang dan kau sudah lelah. Jadi aku akan menuntaskannya sendiri.” Kyuhyun tersenyum menghampiri Heeyoung dan mengecup dahi gadis itu. “Bersamamu aku menjadi sangat liar.” Bisik Kyuhyun. dan setelah itu Heeyoung tertidur meninggalkan Kyuhyun yang masih tersenyum cerah.

..

..

EPILOG

“Pagi semua!”

Kyuhyun menoleh dengan cepat kearah mulut dapur. Disana dia dapat melihat Heeyoung yang berjalan dengan kedua pria yang mengekor dibelakangnya.

“Kiamat.” Ucap Kyuhyun pelan. ya, pagi ini akan terjadi kiamat kecil baginya. Kenapa kedua pria itu harus datang pagipagi begini. Megganggu rumah tangga orang saja. “Kenapa kalian datang kemari? Menganggu!” ucap Kyuhyun sambil menatap kedua pria itu tajam.

“Kenapa?” tanya mereka kompak. Satu dengan wajah datar khasnya dan satu lagi dengan wajah polos bodohnya. Itu benar-benar membaut Kyuhyun kesal. Tak adakah yang normal?

“Sudahlah oppa.” Heeyoung berusaha menenangkan Kyuhyun. memang selalu seperti ini jika kedua pria itu datang. Kyuhyun akan merasa kesal. “Jadi, oppa ingin sarapan disini?” Heeyoung menatap kedua pria itu dan dibalas dengan anggukan semangat. “Kajja.” Ajak Heeyoung.

Sontak kedua pria itu memegang masing-masing tangan Heeyoung. Menuntun gadis itu untuk berjalan dengan hati-hati. Heeyoung sendiri tersenyum tipis saat merasakan perhatian mereka. dia bahkan masih sanggup berjalan sendiri. tapi kedua pria ini saja yang terlalu berlebihan. Kyuhyun yang melihatnya memutar bola matanya kesal. Sebenarnya dia tak suka jika ada pria yang menyentuh Heeyoung. Tapi mau bagaimana lagi, dia tak bisa mencegak kedua pria itu.

“Yak! Kim Kibum. Aiden Watson. kelian membuat pagiku buruk!” ucap Kyuhyun.

“Wae?” lagi-lagi mereka bertanya dengan kompaknya. Tapi dengan ekspresi wajah yang berbeda. Itu benar-benar membuat Kyuhyun kesal. Heeyoung sendiri merasa geli jika ketiga pria ini berkumpul.

“Sudahlah ayo makan kalian semua. Aku sudah membuat nasi goreng kimchi. Ada yang ingin kuambilkan nasi gorengnya.” Heeyoung memegang sendok nasinya bersiap memberikan mereka porsi masing-masing jika mereka ingin diambilkan.

Ketiga piring itu berjejer dihadapan Heeyoung.

“Aku dulu.” Ucap Aiden semagat.

“Tidak aku dulu.” Kibum pun berusaha menyingkirkan piring Aiden dan menatap pria itu dingin. Oh serangan Kim Kibum.

“Ya aku kakaknya. Jadi aku dulu.”

“Aku sahabatnya bodoh.”

“BRENGSEK! DIA MILIKKU. MENJAUH KALIAN!” bentak Kyuhyun.

Dan entah bagaimana akhirnya pagi ini nanti..

..

..

Kyuhyun berbaring sambil mendekap Heeyoung dari belakang. Mengelus perut itu perlahan dengan lembut. Sesekali bibirnya mencium rambut, leher, dan punggung Heeyoung. Menyenandungkan beberapa lagu berusaha membuat Heeyoung tertidur. Usia kandungan Heeyoung kini menginjak bulan ke-9. Hanya tinggal menunggu persalinan saja. Percaya atau tidak, Kyuhyun merasa amat frustasi. Dia takut terjadi apa-apa dan tak bisa membayangkan kesakitan yang akan dirasakan Heeyoung.

“Kau operasi saja ya sayang?” selalu seperti ini. Kyuhyun akan membujuk Heeyoung agar melakukan operasi sesar saja. Sedangkan Heeyoung menolak mentah-mentah.

“Kalau bisa normal kenapa harus operasi?! Tidak.” jawab Heeyoung telak. Dia tak suka saat Kyuhyun memaksanya untuk operasi. Dia tahu ketakutan pria itu. tapi sungguh, itu terlalu berlebihan. Setiap wanita akan mengalami hal ini. “Oppa. Tak akan terjadi apa-apa. percaya padaku. Aku akan selamat bersama anak kita.”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Selalu seperti ini.

“Setelah anak kita lahir. Kita menikah ya sayang.” Heeyoung menoleh cepat saat mendengar Kyuhyun mengganti topik ke perkataan yang tidak masuk akal baginya.

“Kenapa harus menikah? Kau ingin menikah lagi?” tanya Heeyoung heran dengan perkataan Kyuhyun. dia tak mengerti jalan pikiran prianya.

“Kau tak ingat kita pernah bercerai? Kita harus menikah lagi titik!” ucap Kyuhyun tak bisa dibantah. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Heeyoung.

Heeyoung yang mendengarnya sontak tertawa. Jadi?

“Ya! oppa… kita bahkan tak pernah bercerai.”

“Apa?!” Kyuhyun terduduk dan menatap Heeyoung yang kini berusaha berbalik.

“Hh… oppa kau bodoh ya? kita bahkan tak pernah melakukan persidangan, bagaimana mau bercerai.”

“Lalu kertas itu?”

“Ah itu…. aku tidak tahu. Waktu itu aku lupa dan meninggalkannya di meja makan. Lalu Aiden oppa tanpa sengaja menumpahkan kopi diatasnya. Dan karena dia tak tahu itu surat perceraian kita, akhirnya dibuang saja di tempat sampah olehnya. Aku sendiri baru tahu keesokan harinya.” Heeyoung tertawa saat membayangkan kejadian itu. dia akhirnya marah pada Aiden selama 3 hari penuh.

“Pria itu sungguh bodoh.” Ucap Kyuhyun tak percaya tapi dia bersyukur. “Tapi itu berita bagus.”

Kyuhyun memeluk Heeyoung erat. “Aku mencintaimu sayang.”

“Ya. aku juga mencintaimu.”

..

..

Percayakah kau, jika sejak awal aku bilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu? Kau pria pertama yang dapat menggetarkan hatiku sekaligus pria pertama yang menyakitiku begitu dalam. tapi ajaibnya dengan semua rasa sakit itu…. kau jugalah pria terakhirku.
~Ahn Heeyoung~

..

..

END

Iklan

6 thoughts on “Wanted You More Part 2 End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s