Wanted You More Part 1

Wanted-You-More

Title       : Wanted You More part 1(Sekuel The Right One)

Author  : Bellsahn

Genre    : Romance, Married Life, NC-21, Sad

Casts     :
– Ahn Heeyoung
– Cho Kyuhyun
– Kim Kibum
– Aiden Watson
– And Other cast

Disclaimer : This story is Mine. No Plagirims No copying! Thanks.

Hei hei… aku kembali lagi dengan sequel ‘The Right One’ ada yang nungguin??
Sebenarnya aku lebih suka berakhir di The Right One, tapi karena aku udah janji bakal bikinin sequel kalau banyak yang minta… yaudah aku bikinin heheh. Aku itu orang yang susah kalau disuruh bikin cerita yang panjang, jadi maklumin aja ya kalau ff ini gak ngefeel atau apa… karena jujur mood aku ilang buat ngelanjutin ini.
Maaf juga kalau ada beberapa bagian yang gak nyambung atau aneh. Ini juga ff pertama aku.
Oh ya, aku mau bilang buat The Right One part 2 itu kebanyakan typo! Paling parah bagian tahun. Oke biar jelas, aku mau bilang bahwa Kyuhyun ketemu Heeyoung lagi itu setelah 3 tahun. Waktu part 2 itu sempet berhenti ditengah-tengah trus lama baru dech dilanjutin lagi. jadi gitu agak lupa ama ceritanya hehe…
Kebanyakan ngomong ya? yaudah dech silahkan baca. Hati-hati typo! And RCL, please 😀

Happy Reading^-^

 

..
..

‘Aku terbangun dari mimpi burukku.
Tapi ternyata mimpi buruk itu terus beranjut.
Menghantuiku setiap hari. Membuatku hancur perlahan karena pesakitan.
Bisakah… bisakah kau tak meninggalkanku??’

==Part 1: Don’t Leave Me==

‘CEO CHO ENTERPRISES CHO KYUHYUN DITANGKAP KARENA AKSI PENYEKAPAN TERHADAP ANAK BUNGSU KELUARGA WATSON’

‘DIDUGA CHO KYUHYUN MELAKUKAN PENGANIYAYAAN HINGGA SANG KORBAN DILARIKAN KE RUMAH SAKIT’

‘CHO KYUHYUN TERANCAM 4 TAHUN PENJARA DENGAN DENDA RATUSAN JUTA’

Headline hampir semua berita hari ini sungguh membuat hampir seluruh warga korea yang tahu menganga tak percaya. ini skandal besar. Seorang Cho Kyuhyun melakukan hal itu? tidak bisa dipercaya. Seorang CEO terhormat yang dingin dan jarang terekspos kini menjadi sorotan utama karena tindakan kriminal yang dia lakukan.

Tak ada satupun yang menyangka pria tampan akhir 30-an itu akan mendapatkan skandal sebesar ini. bahkan dampaknya sudah sangat terlihat dengan menurunnya harga saham Cho Enterprises dengan drastis.

Ada apa dengan pria itu dan anak bungsu keluarga Watson? Pertanyaan itu yang terus berputar dikepala setiap orang. Bahkan para wartawan berusaha menggali lebih dalam hal itu. tapi sayang, tak ada sama sekali petunjuk. Tak ada satupun yang berbicara. Lian yang belum sadar dan Kyuhyun yang bungkam tak bisa diharapkan untuk ditanyai.

Hari ini, Korea berguncang. CEO sebuah perusahaan Real Estate terbesar di Korea dan Asia, hari ini membuat semua orang bungkam.

..

..

Mata itu perlahan terbuka. Seharian penuh gadis itu tak sadarkan diri dan akhirnya siang ini gadis itu mau membuka mata.

Ahn Heeyoung menatap lemah semua orang yang berkerumun didekatnya. Dia dapat melihat Changmin beserta kedua orang tua pria itu. matanya menelusuri ruang yang kini dia tempati. Dan mata kelamnya akhirnya jatuh kesosok pria yang rambutnya hampir memutih sepenuhnya, duduk disebuah sofa yang terdapat disudut ruang. pria paruh baya itu tersenyum lega. Ada rasa sedih dan lega dari ekspresi diwajah keriputnya. Heeyoung membalas senyuman itu dengan senyum tak apa-apa-nya. Dia tak ingin pria tua itu terlalu khawatir dengan keadaannya. Lagipula ini bukan pertama kalinya pria tua itu melihatnya dirawat disebuah ruang di rumah sakit.

“Dad..” panggilnya. Menatap memohon kearah pria tua yang dipanggilnya ‘dad’. Adam Watson, ayah angkatnya. Pria tua yang menyelamatkannya dulu dari insiden kebakaran rumah sakit. Pria baik hati dan penuh perhatian yang selama 3 tahun ini sudah merawatnya. Dia bersyukur. Sangat bersyukur. Setelah sekian lama tak bertemu dengan seseorang yang menyayanginya dengan tulus, akhirnya Tuhan memberikannya seorang ayah angkat yang sangat baik.

Melihat pria tua itu mengingatkannya pada Cho Jino. Mereka sama-sama menyayanginya dengan tulus. Dan saat mengingat Cho Jino, nama orang itu muncul dengan seketika. Tidak, bukan berarti dia melupakannya. Bahkan tidak pernah. Sama sekali. karena dia dapat mengingat dengan sangat baik dan kenangan bersama orang itu amat berharga baginya. Meski hampir semuanya kenangan buruk.

Pria tua itu berjalan dengan perlahan kearah Heeyoung tanpa mengalihkan tatapannya dari anak angkatnya tersebut. Changmin bergeser memberikan ruang pada calon ayah mertuanya sedangkan kedua orang tuanya memilih kembali setelah merasa lega bahwa Heeyoung sudah sadar. Pria itu sendiri cukup bersyukur orang tuanya mau ikut menjenguk diselah kesibukan mereka.

“Kenapa kau melakukannya lagi sayang?” bisik Tuan adam pada Heeyoung. “apa yang dilakukan pria itu kali ini?”

Changmin melihat Tuan Adam yang berbicara pelan pada Heeyoung memilih keluar dari ruangan itu. dia tahu Tuan Adam ingin berbicara pada anaknya itu berdua saja. “Aku keluar dulu eoh.” Dikecupnya dahi Heeyoung, mengantarkan sebuah kasih sayang pada gadis itu. Heeyoung membalas kecupan itu dengan senyum.

“Dad…” bisiknya dengan suara serak.

“Dad, memang tak menyukainya. Dari semua ceritamu Dad tahu dia pria brengsek. Dan sekarang Dad melihat buktinya sendiri. tapi tetap saja dia masih suamimu. Jika kau memang tidak tahan, lepaskan dia. Ceraikan saja. Terlepas dari identitasmu yang berubah, kau tetaplah istrinya. Kau masih terikat padanya sayang.”

Air mata perlahan luruh dari matanya. Dia tak perlu pura-pura tegar dihadapan ayah angkatnya itu. entah kenapa, dia merasa nyaman melepaskan segala keresahannya pada pria tua itu. sekali lagi, tak ada suara. Hanya air mata yang dengan lancarnya keluar dari mata kelam itu. matanya menerawang jauh. Mendalami ingatannya yang memang tak perlu bersusah payah untuk mengingat. Mengingat sebuah kalimat yang membuatnya merinding. Mengingat apa yang dilakukan pria itu.

“Dad…. aku harus bagaimana?” tanyanya. “Dia…. dia mencintaiku.”

..

..

Baju tawanan itu bahkan tak membuatnya terlihat jelek. Hanya ada kata tampan dalam dirinya dan itu benar adanya. Baju tahanan lusuh itu bahkan terlihat cocok-cocok saja dipakainya.

Setelah melakukan pemeriksaan selama beberapa hari dan melakukan persidangan, akhirnya dia mendapatkan hukumannya. Changmin yang menuntutnya. Dan tuntutan itu tak main-main. Pria itu benar-benar ingin Cho Kyuhyun dihukum lebih lama karena telah menyekap tunangannya.

Bisa saja Kyuhyun menggunakan kekuasaan dan uangnya untuk terlepas dari semua tuntutan. Menyewa pengacara hebat atau apalah agar dia tak dihukum dan membusuk dipenjara. Tapi tidak, dia tak ingin. dia merasa adil saja jika mendapatkan semua ini. lagipula didunia luar tak ada lagi yang menarik baginya. Mengurung diri dan terisolasi tanpa bersosialisasi dengan siapapun—itu keinginannya saat ini. percuma dia hidup bebas, dia tak memiliki alasan untuk menikmati hidupnya lagi dan dia merasa semuanya sudah tak berarti.

“Serahkan semuanya pada Hyuk Jae.” Ucap Kyuhyun tenang.

Kaca tebal dengan beberapa lubang itu menghalangi keduanya untuk lebih dekat. Cho Kyuhyun menatap pengacaranya dengan pandangan kosong.

“Semuanya?” tanya Tuan Kim, selaku pengacar Kyuhyun.

“Ya semuanya. Alihkan semua atas nama Lee Hyuk Jae. Aku percaya dia dapat mengurusnya. Dia sangat baik dalam berbagai bidang dan yang lebih penting dia orang yang dapat dipercaya.”

“Baiklah Tuan Cho.”

“Ehm…. rasanya tak ada beban lagi.” lirihnya.

Ya. dia baru saja memindahkan seluruh asetnya dan mengalihkannya atas nama Lee Hyuk Jae. Dia akan membiarkan Hyuk Jae mengurus perusahaan dan anak perusahaan yang dimilikinya. Pria itu bisa dibilang juga hebat dalam bisnis sama seperti Kyuhyun dan bisa melakukan segala hal. Sebab itulah Kyuhyun menyukai Lee Hyuk Jae. Terlepas dari sikap pria itu yang sama brengseknya dengannya. Tapi beruntung Hyuk Jae karena dia tak memiliki orang yang dicintainya.

Kenapa dia melakukan ini? dia hanya tak mau kekuasaannya jatuh ketangan pria tua botak gila uang. Para pemilik saham diperusahaannya pasti sedang berebut kursi jabatannya. Meski Kyuhyun memiliki 70% saham perusahaan, tetap saja kedudukannya bisa digeser karena dia sekarang seorang tahanan negara yang tak akan mungkin memimpin perusahaan. Dia memberikan semua sahamnya pada Hyuk Jae. Meminta pria itu untuk menggantikannya memimpin. Dan dia tahu, mau tidak mau pemegang saham lainnya harus menurut. Hyuk jae pemilik terbesar saham sekarang. dia cukup lega, karena perusahaan yang dibangunnya itu takkan jatuh ketangan yang salah.

Kyuhyun menegakkan duduknya. Menatap pengacar Kim dengan tegas. “Bisakah kau membawa Kim Kibum kemari?” sebenarnya itu bukan pertanyaan. Tersirat kalimat perintah yang amat kental disana.
Saat ini, jujur dia sangat membutuhkan Kibum. Pria itu bisa menenangkan Kyuhyun. kepalanya saat ini benar-benar kacau. Ada kalanya dia ingin menyerah dan membunuh dirinya sendiri. tapi entah kenapa dia tidak bisa. Mungkin hidup lebih lama didunia tak ada salahnya. Hidup lagi lebih lama sebelum dia benar-benar gila dan kehilangan akal. Mungkin sampai batasan tak sanggupnya.

Mungkin orang akan menganggapnya terlalu berlebihan. Dia nyaris frustasi dan terpuruk sampai seperti ini hanya karena cinta. Orang yang tahu pasti akan menertawakannya.

Gadis itu….

Dia sangat berarti bagi Kyuhyun. dia bersalah selama ini. menyakiti seorang gadis rapuh hingga tak dapat dimaafkan. Membuat seorang gadis melakukan percobaan bunuh diri sampai 2 kali hanya karena dirinya.

Dia tahu, dia amat bodoh. Perbuatannya benar-benar tak bisa dimaafkan. Dia seorang pengecut, pecundang, brengsek, oh sebutkan saja semua makian padanya. Dia hanya seorang pria yang ingin mendapatkan cinta dan membuktikan semua itu dengan berusaha membuat cemburu orang yang dicintainya. Dan dia baru sadar kalau perlakuannya sangat ekstrim. Dia ingin mendapatkan cinta dari gadis itu tapi dia bahkan tak menunjukkan jika dia mencintai gadis itu. tak pernah mengucapkan kata cinta sebelum malam penculikan itu.

Bukankah dia pria yang amat sangat bodoh? Pria terbodoh didunia.

“Baiklah saya akan menyampaikan pesan anda pada tuan kibum.”

Kyuhyun tersenyum lemah dengan mata kosongnya. Dia beralih menatap langit-langit dengan pendangan menerawang. Hatinya berdenyut sakit. sial. Dia benci ini. terlebih sangat membenci dirinya sendiri.

“Bagaimana keadaannya? Apa yang dilakukannya saat ini?” tanyanya lirih pada diri sendiri.

..

..

Ahn Heeyoung Pov

Flashback…..

Aku terbangun. Sialnya aku belum mati.

Rasanya sudah sangat lama aku tertidur. Bahkan sesekali bayangannya datang dalam tidur panjangku.

Aku menoleh kesegala arah. Ini rumah sakit. dan selama bertahun-tahun aku bekerja dibidang kesehatan tak membuatku linglung hingga tak sadar bahwa ini rumah sakit tempat aku bekerja.

Badanku rasanya remuk semua. Tapi aku sangat sadar bahwa ada yang lebih sakit. hatiku rasanya sudah hilang dan itu membuatku sangat kesakitan.

Aku menatap keluar jendela melalui sela-sela gorden yang menutupinya. Malam sudah datang. aku tak tahu ini jam berapa. Pernah dalam tidurku aku berharap pria itu akan selalu ada disampingku. Tapi itu sepertinya hanya akan menjadi sebuah harapan tak terwujud. Bahkan keinginan untuk dapat melihatnya saat aku sadar tak terwujud sama sekali. aku hanya terbangun dengan ditemani alat pendeteksi jantung, alat bantu pernafasan, infus, dan bau obat yang menyengat. Hhhh…. aroma yang menemaniku setiap hari.

Aku merindukan aroma pria itu.

Sial. Ahn Heeyoung… seharusnya kau membencinya. Kenapa masih saja tidak bisa melupakan pria brengsek itu.

Ya Tuhan…. bisakah kau mencabut rasa cinta ini? ini meyakitkan. Setidaknya, jika aku tidak bisa melupakan semua kenangan ini, buatlah aku tidak mencintainya lagi. karena mencintainya itu sangat melelahkan. Dan rasa Cinta ini bahkan masih sama seperti pertama kali. Amat dalam. dan Menyakitkan.

Brengsek memang.

..

..

Hari semakin malam. mungkin ini tengah malam atau apa aku juga tidak tahu. Aku memejamkan mataku erat menahan sakit untuk duduk.

Suara diluar sana sangat berisik. Membuatku terjaga dari tidurku yang hanya sebentar. Dapat kulihat bayangan-bayangan berseliweran dari celah bawah pintu ruang inapku. Semuanya tampak ramai dengan suara teriakan panik dan langkah kaki. Dan saat aku menajamkan lagi pendengaranku… aku tahu apa yang terjadi.

Kebakaran. Alarm itu bahkan berbunyi kencang. Mungkin karena efek bangun tidur membuatku tak terlalu mendengarnya tadi.

Aku mulai berusaha bangkit lebih keras hingga berhasil duduk dipinggir ranjang. Aku menatap kearah pintu. Sepertinya semua orang panik hingga tak ada yang mengingat jika ada seorang pasien yang baru bangun dari koma dikamar ini. oh ya bahkan dokter belum mengunjungiku. Siapa juga yang tahu jika aku sadar malam ini.

Aku ingin berdiri, tapi rasanya aku bahkan tak dapat merasakan kakiku. Sangat kaku. Lumpuh? Tidak aku tahu aku tidak lumpuh karena aku dapat menggerakkan jari kakiku. Hanya saja rasanya kakiku kebas. Sebenarnya berapa lama aku koma? Ini keterlaluan.

Untuk semenit, aku berhasil berdiri dengan berpegangan pada pinggir ranjang. Tapi tak lama, aku jatuh terduduk. Hhh…. rasanya kakiku sangat sakit saat menopang tubuhku.

Aku berusaha berdiri lagi dengan kedua kakiku. Rasanya tak terima jika aku tak bisa berdiri dan berjalan. Sia-sia saja punya kaki jika begini.

Hei… sebenarnya apa yang kulakukan? Bukankah aku sebelumnya ingin mati. Bukankah berdiam disini lebih baik. Aku akan mati karena terlalap si merah yang panas itu. semua akan berakhir mati juga bukan. Okey, lebih baik kita berdiam diri disini saja Ahn Heeyoung. Kita nantikan waktu kematianmu.

Akhirnya aku memilih untuk naik keatas tempat tidur. Berusaha menjejakkan kakiku agar bisa naik keatas kasur. Aku melepaskan semua alat bantu ditubuhku. Toh percuma, sebentar lagi juga akan mati. Menyelimuti tubuhku dengan baik dan memilih memejamkan mata. Mati dalam tidur tidak buruk juga.

Kepalaku sangat pusing dan itu membantuku tidur lebih cepat. Perlahan suara berisik-berisik itu menghilang dari pendengaranku dan aku jatuh tertidur dalam lingkup api.

..

..

Saat ini aku yakin perlahan nyawa terenggut dari tubuhku. Aku sedikit tersadar—hanya sedikit. aku dapat merasakan hawa panas yang sangat menyengat. Beberapa bagian tubuhku terasa nyeri luar biasa dan panas tak tertahankan menyerbu tubuhku.

Perahan kesadaranku kembali terenggut. Rasanya tubuhku mati rasa.

Hingga kurasakan seseorang mengangkat tubuhku. Dan saat itulah, aku tak tahu lagi apa yang terjadi. Semua kesadaranku hilang sudah.

..

..

Aku menatap cermin dengan wajah kosong. Tak ada lagi yang bisa kupikirkan. Semuanya membuatku terkejut. Kemarin aku baru saja bangun dari koma-ku. Hah, untuk kesekian kalinya aku terbangun lagi di rumah sakit.

Dan saat terbangun… aku mendapatkan kejutan hebat.

Aku masih tak percaya dengan apa yang kulihat. Bahkan setelah sehari penuh hal ini terjadi. Ini ….. a…. aku?

Kalian tak akan menyangka apa yang terjadi. Saat ini, saat aku menatap cermin, wajahku bukan wajah yang pernah kumiliki. Maksudnya wajahku berbeda. Apa ini kaca ajaib dan itu bukan bayanganku? Tapi tidak mungkin ada hal seperti itu dalam dunia ini bukan? tapi setelah meneliti dengan baik, aku sadar ini memang wajahku. Ada beberapa bagian yang memang masih sama. Yang tak kumengerti kenapa wajahku bisa berbeda?

“Aku tak mungkin membiarkan wajahmu cacat karena kebakaran itu. jadi aku mengoperasi plastik wajahmu.”

Aku menoleh dan menatap pria tua yang masih saja duduk dipinggir ranjangku. Pria tua itu bahkan tak pernah beralih dari sampingku. Aku tak mengerti, kenapa pria tua itu memilih menemaniku yang tak dikenalnya ini. bahkan dia menghabiskan uangnya hanya untuk merawatku.

Cklek!

Seseorang lagi yang tak kukenal masuk kedalam kamar. aku benar-beanr pusing dan bingung. Terbangun dengan wajah berbeda dan didampingi orang-orang yang tak kukenal. Sialan sekali. kenapa aku belum mati? Benar-benar. Kurasa, Tuhan ingin aku tersiksa lebih lama.

“Oh… Aiden, kenalkan dirimu.” Ucap pria tua itu saat menatap orang yang baru saja masuk. pria yang baru masuk itu tersenyum manis padaku. Menghampiriku dengan langkahnya yang mantap.

“Hei, Aku Aiden Watson.” Pria itu meraih tanganku dengan seenaknya dan menyalaminya. “Maukah kau menjadi adikku?” ucapnya tanpa rasa bersalah.

Aku melongo. Aku hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh. Kupingku yang salah atau memang yang kudengar barusan benar apa adanya. Baru saja pria itu memperkenalkan dirinya dan sudah mengatakan hal yang aneh. Bahkan pria itu tersenyum dengan lembut. Sangat menenangkan. Membuatku terpaku dan…. ehm terpesona—mungkin.

“Jadilah keluarga kami.” Aku menoleh menatap pria tua itu dengan mata tak percaya. untuk kedua kalinya, ada lagi yang memintaku menjadi keluarga mereka. Apakah ini tak akan berimbas buruk? Sungguh? Perasaan ragu menelusup dan rasa takut membuncah dengan amat besar. Pertama kalinya aku menerima tawaran ini semua berakhir buruk. Berakhir menyakitkan. Dan setelah sekian lama ada lagi yang menawariku?

Aku sungguh merasa aneh.

..

..

“Kau pergi denganku!”

Rengekan pria itu terkadang membuatku sakit telinga maupun kepala. Hhh… sungguh kadang pria itu benar-benar tak tahu umur. Sudah awal 30-an dan masih saja suka merengek. Dan kini pria itu kembali merengek untuk membuatku pergi dengannya.

“Dia akan pergi denganku. Kau cari pacar sana.”

Satu lagi pria yang kini berbicara dengan nada mengancam. 2 pria egois berdiri disisi kanan dan kiriku. Aku hanya dapat menghela nafas. Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Mungkin sudah puluhan dan semuanya membuatku pusing. Perdebatan yang lain berakhir, ada lagi yang muncul.

“Kau saja yang cari pacar lain. Pergi sana.”

“Yak! Dia milikku.”

“Aku akan mencari uang sebanyaknya dan membayar semuanya padamu. Dan kau siap-siaplah pergi dari hidupnya. dia milikku.”

“Kau mulai lagi Aiden! Dia akan menjadi milikku. Kau lihat saja aku akan menikahinya.”

“Hah, dia tak mencintaimu bodoh.” Aiden melotot kini. “Dia belum menikah denganmu saat ini, jadi dia masih milikku.”

“Oh bisakah kalian berhenti. Kalian berteriak tepat disamping telingaku.” Ucapku dengan malas pada mereka berdua. Ekspresiku benar-benar tak peduli. Tapi sungguh, aku ingin berteriak pada mereka berdua. Telingaku sakit!

“Maaf.” ucap mereka bersamaan. Selalu seperti ini. jika sudah kumarahi mereka seperti anak kecil. Meminta maaf dengan ekspresi memelas.

Aku menghela nafasku. Menatap mereka berdua bergantian.

Aiden Watson—orang yang merengek tadi—dia kakak angkatku. Anak pertama dari Adam Watson. Dia benar-benar kakak yang baik, menganggapku seperti adik kandungnya sendiri. bahkan dia menganggapku pengganti adik kembarnya. Yah, seminggu sebelum kebakaran itu adik kembar Aiden meninggal karena sakit yang dia derita sejak kecil. Sebab itulah Aiden benar-benar menjagaku dan dia dengan terang-terangan sangat tidak menyukai Shim Changmin—tunanganku. Seperti malam ini, mereka kembali berdebat karena memperebutkanku kembali. Mereka benar-benar kukuh untuk membuatku pergi bersama salah satu dari mereka. pergi ke pesta ulang tahun sebuah perusahaan yang menjadi kolega mereka. tak ada yang mau mengalah.

Dan aku benar-benar kesal jika mereka sudah berdebat hanya karena berebut diriku. Aiden sendiri memang terkesan lebih kekanakan. Kadang aku berpikir, benarkah dia berumur 30? Tapi aku menyukainya karena dia kakak yang sangat baik padaku. Memang terkadang terkesan berlebihan. Kurasa, nyaris seperti Brother compex—bisakah dibilang begitu? mengingat kami bahkan bukan saudara kandung. Parahnya, dia selalu menempel padaku.

Shim Changmin, dia pria yang baik. Tapi terkadang terkesan sangat egois. Yah, ego seorang pria terkadang menguasainya. Tapi sungguh, dia orang yang sungguh baik. Dan aku menyukainya. Tidak seperti hubungan yang kini kami jalani. Aku menyukainya hanya sebatas teman.

Jujur, aku membenci hubungan kami.

Kenapa? Karena berhubungan dengan seorang pria membuatku sakit. membuatku teringat dengannya. Aku tahu, hatiku masih tertahan olehnya. Masih sangat erat menjadi tawanan pria itu. Hatiku hancur, tapi sisa-sisa kepingan –kepingan itu masih tergenggam olehnya. aku ingin lari, tapi terkadang juga ingin tetap diam dalam penjara itu. tapi melihatnya yang terus membuatku sakit, membuat hatiku hancur. Hatiku sudah tak bersisa tapi masih ada kenangan itu. Kenangan itu selalu terbayang dengan sangat jelas seperti aku mengalaminya lagi dan lagi.

Tapi sungguh aku masih sangat mencintainya. Dan kurasa aku takkan pernah mencintai orang lain lagi. dia pertama dan terakhir bagiku. Meski dia membuatku menjadi seperti ini—membuatku tersiksa. Apalagi dengan sindrom yang kumiliki. Itu terasa beribu kali lebih menyakitkan karena aku merasa mengalaminya setiap saat aku mengingatnya.

Kalian pasti bertanya jika aku masih sangat mencintai Kyuhyun dan tak bisa lagi mencitai orang lain, kenapa aku justru bertunangan dengan Changmin?

Jawabannya hanya satu, karena aku merasa berterima kasih pada keluarga Watson yang merawatku seperti keluarga mereka selama 3 tahun ini. dan aku tak terlalu merasa terpaksa. Aku merasa ini memang jalan terbaik.

Sudah 4 Bulan ini aku bertunangan dengan Changmin. Kenapa aku mau?

Beberapa minggu sebelum pertunanganku dengan Changmin terjadi, keluarga Watson mengalami keterpurukan. Tuan Watson dituduh melakukan korupsi besar-besaran diperusahaan Changmin. Keluarga Changmin menuntut Tuan Adam dan tuan Adam sendiri terancam masuk penjara dan penyitaan besar-besaran.

Aku tak tahu apa yang terjadi. Tapi aku tahu pria tua baik hati itu tak mungkin melakukan hal sekeji itu. apalagi disini Aiden juga ikut terseret. Pria yang terkesan polos itu tak mungkin melakukan tindakan kriminal. Dan aku tahu itu.

Lalu tiba-tiba saja saat itu CEO Shim Group—Shim Changmin datang untuk melihat acara penyitaan seluruh aset secara langsung. Dia melihatku disana dengan pandangan berbeda saat itu. aku tak tahu apa maksudnya. Lalu beberapa hari kemudian dia datang lagi kerumah kami yang hendak disita. Disana dia mendatangiku secara langsung. Menawarkan pertunangan padaku dan berjanji melepaskan semua tuduhan itu.

Dan saat itulah aku tahu, dari matanya aku tahu dia …. jatuh cinta padaku.

Aku menerimanya langsung tanpa perlu menunda-nunda. Awalnya Tuan watson tak tahu. Dia hanya tahu bahwa tuduhan terhadapnya sudah hilang. Tapi tak lama dia tahu bahwa aku menyerahkan diriku pada Changmin. Saat itulah, untuk pertama kalinya pria tua itu menangis dihadapanku. Bahkan Aiden pun ikut menangis, memelukku. Keluarga yang sangat kusayangi. Mereka menjagaku dengan baik dan aku ingin membalasnya.

Meski tanpa kusadari, jauh… sangat jauh didalam dasar hatiku yang sudah hancur. Aku lebih menginginkan orang Brengsek itu yang mendampingiku seumur hidup.

..

..

Aku benci keramaian ini!!

Terlebih aku tak mengerti apa yang dibicarakan semua orang. Sejak tadi aku mengekori Changmin kesana kemari seperti anak ayam. Dia membicarakan segala hal yang tak kumengerti pada rekan-rekan bisnisnya. Apalagi jika ada wanita disana, mereka hanya akan mengajakku berbicara tentang perhiasan, uang, dan brend terkenal—yang sama sekali tak kumengerti.

Jika tahu begini, aku lebih memilih bersama Aiden saja. Pria itu pasti takkan membuatku bosan. Apalagi dengan tingkah kekanakannya.

Tadi aku sempat melihat Aiden berbicara dengan seorang gadis yang memicu tatapa iri gadis disekitarnya. Sungguh, aku ingin tertawa melihatnya. Aku tahu gadis itu adalah gadis yang diincar Aiden. Dia selalu menceritakan apapun padaku. Aku hanya bisa tersenyum.

Tapi sekarang entah dimana dia. Aku tidak mungkin mengganggunya.

“Oppa, aku bosan.” Bisikku, mendongak menatap Changmin yang masih sibuk dengan rekannya.

“Mau kuambilkan minuman sayang?” dia mengusap kepalaku lembut. Aku tersenyum tipis, meski hatiku tak tersentuh sama sekali dengan usapan itu. tapi aku ingin mencobanya, mencoba mencintainya. Aku tak ingin mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.

“Ya…. aku akan menunggu disana.” Aku menunjuk sebuah tempat yang cukup lenggang dan jauh dari keramaian.

Aku duduk dengan pandangan liar menatap sekitar. Mengernyit heran pada orang-orang yang tampak menikmati pesta ini. apa yang bisa dinikmati dari pesta membosankan seperti ini? Entahlah. Lebih baik aku tak peduli pada mereka. aku melepaskan sepatu high Hells-ku. Memijat telapak kakiku yang tampak memerah. Oh shit, seberapa kerasnya aku mencoba, tetap saja aku tak terbiasa dengan sepatu tinggi menyakitkan ini. aku ingin sekali melemparnya. Tapi tidak. memangnya kau mau pulang menggunakan apa Ahn Heeyoung?!

Hhhh….. persetanan. Aku pun memasang sepatu menyakitkan itu lagi.

Aku menegakkan tubuhku dan duduk disofa itu dengan bosan lagi. tapi aku sedikit terkejut saat mendapati seseorang duduk diujung sofa yang tak terlalu besar ini. dan seketika… aroma itu tercium olehku. Aroma yang selalu kurindukan. Pria itu….

Aku menahan nafas tanpa sadar saat menatapnya. Dia pria itu—Cho Kyuhyun. aku hampir tak bisa bernafas. Hanya bernafas terengah-enggah yang bisa kulakuakan. Kyuhyun tepat berada disampingku dengan aura buruk. Aku tahu dia tidak menyukai pesta ini. bisa dibilang kami mempunyai banyak hal yang sama selama ini. dan aku cukup mengerti dirinya—tapi tidak dengan sikap brengseknya. Aku tak pernah mengerti itu.

Dadaku bergejolak kembali saat melihatnya. Aku mengumpat dalam hati. Apa yang terjadi? Tidak. aku tidak mungkin menginginkannya lagi bukan? aku muak. Aku membencinya. Tekanku pada diriku sendiri.

Aku sakit. ya aku sangat kesakitan. Aku tak menginginkannya lagi. tapi rasa rindu itu entah kenapa mengalahkan semuanya. Aku kira…. aku kira aku tak mempunyai hati lagi untuknya. Tapi ternyata hatiku perlahan menunjukkan gejala hidup. Haruskah begini? Haruskah hatiku yang mati hidup lagi? dan apakah jika nanti mati lagi akan hidup lagi? begitu? apa pria itu dewa huh? Kenapa dia seenaknya mematikan dan menghidupkan hatiku. Goddamn.

Rasa rindu benar-benar mengalahkanku. Aku menahannya dengan sekuat tenaga. Bahkan aku dapat merasakan keringat dingin menjatuhi dahiku. Tuhan, tidak bisakah kau membiarkanku bahagia?

Aku tak ingin bersama pria brengsek itu lagi!

Aku bahkan nyaris tak dapat bernafas karena menahan rasa rindu ini. aku mencengkram gaunku dengan erat. Sangat erat hingga nyaris merobeknya.

Dan bayangan sikap kekanakan pria itu merasuki pikiranku. Sangat manis bagiku… tidak. tidak. kanapa dari sekian banyak sikap brengseknya harus sikap kekanakannya yang sedikit itu yang kini memenuhi otakku. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.

Dan akhirnya aku kalah.

Aku menoleh menatapnya. Menelusuri setiap lekuk wajah yang kurindukan. Dia masih sama—meski wajahnya lebih terlihat tirus. Perlahan hatiku berdenyut nyeri sekaligus menyenangkan. “Cho Kyuhyun.” bisikku pelan.

Tanpa sadar aku menggeser dudukku. Hingga jarak kami semakin terpangkas. Aku dengan tangan bergetar menyentuh wajahnya lembut. Seakan dia akan hancur jika aku menyentuhnya. Seakan dia akan hilang dan ini hanya mimpi. Kyuhyun menoleh menatapku. Mata itu menatapku tajam untuk sesaat. Aku sadar dia tak mengenaliku. Tapi tak lama, mata itu membuatku hanyut, membuatku menerka-nerka dan menyelami mata itu lebih dalam.

Aku menggerakkan tanganku, mengelusnya. Mataku rasanya perih, ternyata aku sangat merindukannya. Terlepas dari semua rasa sakit itu, aku sangat merindukannya. Merindukan pria brengsek-ku. tapi aku tak yakin ingin menjadi miliknya lagi. aku tak ingin merasa sakit lagi.

Kutarik tanganku dan memilih berdiri. tepat didepannya. Mungkin aku akan benar-benar mengucapkan selamat tinggal kali ini. tepat didepannya, meski dia tak mengenaliku.

Aku menunduk dan menemelkan bibirku disudut bibir penuhnya. Dan rasanya masih sama. Masih terdapat gelenyar aneh saat menyentuhnya. Cho Kyuhyun selamat tinggal. Aku tahu ini hanya akan menambah kesakitanku. Tapi, aku benar-benar merindukanmu. Namun, aku merasa tidak bisa bersamamu lagi. pernikahan tanpa cinta itu benar-benar menyakitiku. Jika kita bertemu dikehidupan berikutnya. Aku ingin mencintaimu dengan benar. Dan kuharap saat itu kau juga mencintaiku.

Selamat tinggal. aku melepaskan ciumanku dan menatapnya sendu. “Cho Kyuhyun.” bisikku dan berjalan pergi meninggalkannya.

Ya. selamat tingga cintaku.

..

..

Ini Gila.

Brengsek.

Bajingan.

Pria itu sungguh tidak waras.

Dia kini ada diatasku dengan tanganku yang terikat kuat pada sisi-sisi ranjang. Aku menatapnya ngeri. Sungguh, saat ini dia amat sangat mengerikan.

Sesaat yang lalu aku baru saja keluar dari pameran lukisan hingga aku tak tahu lagi apa yang terjadi karena aku tidak mengingatnya. Dan sekarang aku berada dibawahnya dengan tatapan liar nan sendunya. Dan yang penting bagaimana dia tahu bahwa aku Ahn Heeyoung?! Sebegitu mudahnyakah aku dikenali? Atau…. ah sudahlah aku pusing.

Aroma tubuh pria itu memabukkan membuatku semakin pusing. Ciuman-ciumannya yang sejak tadi menyerang wajahku membuaiku begitu saja. Ini sangat jarang terjadi, Pria itu bermain lembut. Bukan maksudku mengatakan jika saat aku masih bersamanya pria itu bermain kasar. Tidak. hanya saja, ehm.. yah dia selau bermain cukup liar. Tapi sekarang? dia terkesan lembut dan penuh perasaan. Persetanan. Tetap saja kini dia mengikatku! Aku seperti korban penculikannya yang lalu diperkosa.

Deg!

Hatiku tiba-tiba berdenyut nyeri. Bayangan-bayangan hari itu terulang lagi. caranya bermain kasar dan caranya memperlakukanku seperti pelacurnya. Sial, kenapa hal itu harus teringat. Aku tahu kini dia tak memperlakukanku dengan kasar. Tapi sentuhan lembutnya entah kenapa terasa kasar. Aku meronta, melakukan apa saja agar dia melepaskanku bahkan berteriak minta tolong pun kulakukan. ini menyakitkan—sentuhannya.

Aku bernafas tersenggal. Panas, sangat panas dan nyeri saat dia menyentuhku. Bayangan hari itu terus teringat. Aku benci perlakuan kasar. Dan saat hari itu, untuk pertama kalinya dia mengasariku. Meski hatiku telah sakit berkali-kali, tapi perlakuan kasar seseorang padaku lebih menyakitkan. Dan Kyuhyun melakukannya.

Siapapun bisakah menolongku?!

“Aku mencintaimu.”

Deg!

Sekali lagi aku tersentak, tidak. yang ini tidak menyakitkan seperti sentuhannya tadi—ucapannya. Hanya terasa….. aneh dan ajaib.

Aku bahkan masih terpaku dengan pandangan kosong. Dia bilang apa? mencintaiku? Sial. Dia bercanda bukan?

“Aku mencintamu sayang, Ahn Heeyoung tak peduli betapa kau berubah. Aku tetap mencintaimu dari dulu.”

Dia gila. kurasa dia mabuk.

Tapi…..

3 hari telah berlalu dan ini masih terus berlanjut. Meski dia tak mengikatku lagi, tapi dia tetap mengurungku dalam Apartment-nya—atau kami? Dia masih melakukannya padaku. Menyentuh tiap malam dan parahnya diikuti kata cintanya. Aku seperti akan gila saja. Aku tak bisa menerima kata-kata cintanya yang bertubi itu. aku nyaris gila dan ini tak tertahankan.

Setelah semua rasa sakit itu dan dia menusukku dengan kata cinta yang bertubi.

Aku merasa seperti orang bodoh. Aku tak bisa memahami pemikiran seorang Cho Kyuhyun. bagaimana dia bisa menyimpulkan jika dia mencintaiku jika setiap hari dia hanya menyakitiku? Bagaimana bisa dia tidur dengan wanita lain jika dia mencintaiku? Ya aku tahu dia Hyper Sex. Tapi bukankah itu salah. Memang aku tak cukup? Memangnya dia tak merasa bersalah telah tidur dengan wanita lain meski sudah beristri. Parahnya kadang aku memergokinya. Apa itu cinta? Disini memang siapa yang bodoh?!

Meski aku tak menyangkal jika pernyataan cinta itu menelusupi hatiku yang hancur dengan indah. Kini, kurasa aku benar-benar harus masuk rumah sakit jiwa.

Tapi yang tak tertahankan saat ini adalah sentuhannya. Kyuhyun masih saja menusukku dengan kejantanannya. Memasuiku dengan intim. Ini salah. Rasanya sangat menyakitkan. Saat dia menyentuhku seperti ini rasanya seperti dia menusuk tubuhku dengan besi panas. Hari dia meniduriku dengan kasar terus teringat. Meski hanya satu kali tapi sangat membekas. Aku sudah katakan bukan jika aku benci perlakuan kasar. Sejak mengenal Kyuhyun, bolehkah aku bilang jika hari itu perlakuan kasarnya padaku yang secara langsung?

Apa aku trauma? Aku memejamkan mataku sejenak dan menatap langit-langit ‘mantan’ kamarku.

Kyuhyun masih saja terus memainkan kejantanannya dalam milikku. Dia bahkan mengerang nikmat.

“Aku mencintaimu.” Ucapnya dalam kenikmatannya. Dia mendapatkan pelepasannya dan mencium wajahku dengan bertubi. Dia memandangku dengan lembut. Mengelus puncak kepalaku dan kembali menghujatkan ciuman lembutnya diwajahku.

Sial. Dia kembali menggerakkan miliknya didalam tubuhku. Aku tahu, sekali tak akan cukup untuk seorang Cho Kyuhyun.

Aku beralih menatapnya dengan Ekspresi kosong. “Aku membencimu.” Ya. kata itu seharusnya memang keluar. tapi sungguh aku ingin membalasnya dengan kata yang sama ‘aku mencintaimu’ tapi itu tak pernah keluar dari mulutku. Kesakitan ini menahannya. Aku ingin menangis, tapi air mata ini tak bisa keluar.

Aku benci diriku sendiri. kenapa aku harus selalu kalah dengan seorang Cho Kyuhyun?!

Ahn Heeyoung pov end

..

..

Kyuhyun—pria itu nyaris saja menangis jika ego pria-nya tak menguasai dirinya. Apa yang baru diucapkan orang didepannya menusuknya dengan amat dalam. membuat semangat hidupnya semakin menipis dan menipis. Bahkan kertas tebal persegi panjang kecil yang dipegang pria didepannya membuatnya menahan nafas. Dia sakit.

“Kau bercanda.” Ucap Kyuhyun datar. Tak ada semangat lagi yang tersisa. Perkataan pria didepannya tadi menyedot semua perasaan positive-nya. Yang ada hanya tinggal Kehampaan.

Dia masih sama. 2 minggu dalam sel tak membuatnya terlihat jelek. Masih sangat tampan meski dengan rambut yang sedikit memanjang hingga nyaris menyentuh mata, mata yang terdapat lingkaran hitam, tubuh yang semakin kurus, dan baju lusuh tahanannya. Dengan semua itu sialan dia masih terlihat tampan. Kibum yang kini duduk didepannya dengan kaca pembatas mendengus kesal. Oh dia iri dengan Kyuhyun, meski dia juga sadar jika dia termasuk tampan. Tapi dia yakin jika dia dalam keadaan seperti Kyuhyun, 100% dia akan terlihat mengenaskan.

“Tidak. kau lihat ini kan?” Kibum kembali mengangkat undangan itu.

“Brengsek. Jauhkan itu Kibum sialan.” Kyuhyun dengan emosi tak terkendali meninju kaca pembatas itu dengan keras membuat beberapa polisi penjaga menatapnya tajam karena suara yang ditimbulkan.

Kibum melirik ngeri kepalan tangan Kyuhyun. dia yakin itu amat sangat sakit. suara benturan tangan dan kaca tadi cukup keras dan tangan Kyuhyun yang memerah menjadi bukti.

“hhh…. kau sudah menandatangani surat perceraian itu. jika masih suka kenapa kau tandatangani bodoh.”

Kyuhyun hanya diam. Ya,, beberapa hari yang lalu dia baru saja menandatangani surat perceraiannya. Jangan tanyakan dengan siapa. Memang dia punya istri berapa? Hanya satu! Istrinya itu mengirimkan surat perceraian melalui pengacara keluarga Watson. Dan Kyuhyun hanya bisa meringis karena hatinya disayat-sayat. Surat itu datang seminggu yang lalu dan Kyuhyun baru menadatanganinya 2 hari yang lalu. Itu berat untuknya. Dan sekarang apa? semua semakin menyakitkan.

“Pernikahannya seminggu lagi.” ucap Kibum pelan. dia agak takut dengan reaksi Kyuhyun.

“Kau bilang apa? seminggu?!” Teriak Kyuhyun nyaring. Tenggorokannya pasti sakit karena berteriak sekencang itu.

Kibum hanya bisa memutar matanya. Dia sebenarnya sangat prihatin dengan kisah cinta ini. sungguh, jika dia jatuh cinta nanti dia akan blak-blakan saja dan langsung bilang Cinta agar semuanya jelas dan menunjukkan rasa cintanya dengan benar.

“Huh, aku baru menadatangani surat perceraian beberapa hari yang lalu dan dia akan menikah seminggu lagi.”

“ya. Heeyoung akan menikah dengan Changmin seminggu lagi.”

Hati Kyuhyun berdenyut sakit. haruskah dia benar-benar merelakan gadis itu untuk seseorang. Bisakah dia? Oh Cho Kyuhyun, kemarin-kemarin itu kau sudah menadatangani surat perceraian kalian. Memang apa lagi yang kau harapkan. Dia mencintaimu? Bermimpilah sana…..

Kau menyakitinya terlalu dalam.

..

..

TBC

Iklan

One thought on “Wanted You More Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s