Be My Baby Part 2

B3qLHu7CYAM2ZFz

 

Author             : Bellsahn

 

Tittle                : Be My Baby part 2

 

Genre              : Romance, NC-17, Kekerasan

 

Length             : Chaptered

 

Casts               :

  • Cho Kyuhyun
  • Ahn Heeyoung
  • And Other Casts

 

Disclaimer      : This story is Mine. No Plagirims No copying! Thanks.

 

HAPPY READING^-^

 

..

 

..

 

==Part 2 : Problem?==

 

Tak ada suara sama sekali di sekitar meja makan untuk beberapa menit. Seperti terselimuti oleh hawa ehm bagaimana ya… seperti seorang teroris yang dikepung oleh sejumlah aparat yang berdiri melingkar menangkap sang teroris. Tapi hanya untuk beberapa menit sebelum suasana kembali cair. Memang siapa yang tahan berlama-lama dalam situasi seperti itu?

 

“Kalian saling pukul lagi?” suara seorang wanita paruh baya mengintrupsi keheningan. Dan justru dijawab oleh kedua anak manusia itu dengan cengiran dan angkatan bahu tidak peduli. Kurang ajar memang.

 

“Biarkan saja, mereka sudah dewasa. Jika mereka tidak tahu mana yang benar dan yang salah itu urusan mereka. atau aku perlu kembali mendidik mereka?” kata-kata yang diucapkan pria paruh baya itu sebenarnya menusuk tapi karena diucapkan dengan santai, jadi tak ada yang menganggap serius. Mungkin hanya dianggap angin lalu, tapi tetap menghormati pendapat pria paruh baya itu.

 

“Jadi sekarang apa masalahnya hingga wajah kalian bisa berubah biru begitu?” wanita paruh baya itu mendelik pada suaminya sebelum kembali berbicara.

 

“Tidak ada eomma. Kemarin aku berjanji dalam hati untuk memukul Ahra.” Jawab Kyuhyun santai dan mulai memakan sarapannya yang sempat tertunda karena di adili oleh sang Eomma.

 

“dan hanya karena itu kalian saling pukul?”

 

Keduanya—Ahra dan Kyuhyun—menyengir tanpa dosa. Ayolah, ini bukan pertama kalinya mereka berbuat tak tahu aturan seperti itu. jadi jangan heran. Bagi mereka perselisihan dengan melibatkan kekerasan seperti itu tak ada apa-apanya. Justru terasa menyenangkan di hidup mereka yang lempeng—sedikit mewarnai.

 

Kyuhyun yang suka meledak dan cepat tersinggung apalagi dia pria gantlement yang akan menepati janji apapun itu meski diucapkannya dalam hati tanpa siapapun yang tahu, janji itu pasti akan ditepatinya. Bukankah kemarin saat sarapan dia berjanji untuk memukul Ahra? Jadi semalam dia menepatinya dan memukul Ahra. Dan tentu saja Ahra tidak tinggal diam. Wanita itu membalas dengan apik segala pukulan Kyuhyun.

 

Ahra dengan gelar sabuk hitam karatenya dan Kyuhyun dengan gelar sabuk hitam taekwondo. Bukankah itu hebat?

 

Lagipula Kyuhyun juga tak terlalu serius berkelahi dengan Ahra. Jika dia serius, sudah dipastikan Nuna-nya itu tengah tertidur diruangan yang penuh bau obat. Sebenarnya selain taekwondo dia menguasai beberapa bela diri lainnya meski tanpa gelar.

 

Terlihat jelas wajah Ahra yang terlihat lebam dibeberapa bagian. Tak terlalu banyak karena dia juga tak ingin wajah cantik Nuna-nya rusak. Ayolah, dia tak ingin menjadi adik durhaka. Sedangkan dirinya sendiri tak ada luka berarti kecuali hanya sebuah lebam disudut bibir yang terkena geplakan Ahra yang kuat.

 

“Kutebak Ahra yang kalah.” Ahra menoleh dan mendelik pada Appa-nya itu dan dengan gerakan cepat melempar 2 helai roti tawar didekatnya kearah Kyuhyun. tapi sial memang, roti itu tak mengenai Kyuhyun tapi jatuh ke lantai dengan mengenaskan. Dan tawa Kyuhyun yang mengerikan bagi Ahra memenuhi ruang makan.

 

“Kau harus berlatih puluhan tahun lagi untuk dapat mengalahkanku Nuna.” Kyuhyun menyeringai.

 

“Oh Brengsek.”

 

“Appa benar-benar ingin mengajari mulutmu itu Ahra.” Dan Ahra hanya diam tak ingin mulutnya yang manis berubah bentuk keesokan harinya.

 

Sejak kecil mereka memang dididik dengan keras oleh sang Appa. Appa-nya yang seorang Pensiunan tentara dan kini masih menjabat sebagai menteri pertahanan itu benar-benar keras. Mereka berdua dilatih sejak kecil untuk tak mudah disakiti orang lain. Appa-nya hanya berusaha membekali mereka agar tak mudah disakiti dan dapat menghadapi dunia dengan baik. Dan keduanya pun menerima tanpa mengeluh sejak kecil. Apalagi dengan kebiasaan keduanya yang suka mengadu kekuatan. Dan kejadian semalam seperti sedang reunian dengan kekasih lama—kebiasaan mereka.

 

“Tadi pagi aku tak melihatmu mengintip gadis itu?”

 

“Kau berusaha memergokiku lagi?!” Hardik Kyuhyun pada Ahra. Dia tak suka jika privasinya terlalu diganggu. Dan Ahra benar-benar, Kenapa Nuna-nya yan satu itu ingin sekali tahu kehidupannya? “Jangan berbicara padaku tentang itu Cho Ahra.”

 

“Waeyo?” sekarang Eomma-nya yang penasaran. Pasalnya, setiap Ahra berbicara tentang dirinya yang memergoki Kyuhyun mengintip. anak laki-lakinya yang satu itu tak memberikan reaksinya yang berarti. Tapi pagi ini kenapa dia membentak Nuna-nya itu?

 

Belum sempat mendapat jawaban, Bel rumah berbunyi beberapa kali. Semua yang duduk di meja makan menoleh kearah pintu tapi tak ada yang menunjukkan reaksi ingin berdiri.

 

“Cho Kyuhyun buka pintunya.”

 

Ahra sialan memang. Kenapa tidak dia yang membuka pintu? Kenapa harus menyuruh. Jangan harap dirumah ini ada pembantu yang akan membuka pintu dan melayani. Eomma bersikeras ingin mengurus rumahnya sendiri. tapi memang beberapa hari sekali akan ada seseorang yang akan datang dan membantu membersihkan rumah. Mana mungkin Appa tega untuk membiarkan Eomma mengurus rumah besar berlantai 2 ini.

 

“Kenapa harus aku? kau juga punya kaki ‘kan?! Jangan suka menyuruh-nyuruh orang jika kau bisa melakukannya sendiri.” Kyuhyun naik pitam. Sungguh, dia ingin memukul Nuna-nya lagi. tapi kali ini dia tak berjanji, hanya berangan saja.

 

“Kau itu yang paling muda, tentu harus menghormati yang lebih tua.”

 

“Dasar penggerutu. Kau sudah seperti  Nenek Go yang tinggal 3 rumah dari sini.”

 

Tanpa mereka berdua sadari, Eomma mereka sudah beranjak untuk membuka pintu. Malas sekali mendengar bertengkaran di meja makan lagi. sedang Tuan Cho, sudah ingin sekali menggeplak kepala kedua anaknya. Kenapa mereka berisik sekali?

 

Nyonya Cho yang baru kembali dari membuka pintu itu pun meletakkan bawaannya keatas meja makan.

 

“Itu apa Eomma?” tanya Kyuhyun. pria itu melihat dengan penasaran makanan yang ada diatas meja.

 

“Dasar bodoh. Itu makanan khas China.” Balas Ahra dengan nada menghina.

 

“Dari siapa sayang?” tanya Tuan Cho tak peduli dengan kedua anaknya.

 

“Dari tetangga depan rumah.” Nyonya Cho menatap suaminya dengan pandangan berbinar.  “Sayang, kau tak ingin menjodohkan Kyuhyun dengannya? Dia cantik sekali dan… ramah. Akhirnya dia menunjukkan dirinya. Dia bilang dia pindahan dari Shanghai.”

 

“NEEE?” sekarang Kyuhyun yang berteriak tak percaya. dengan cepat dia melesat keluar rumah dan berharap dapat melihat gadis itu. oh dia menyesal membantah Ahra tadi. Brengsek! Bisa kah dia pinjam alat doraemon untuk memutar ke beberapa menit yang telah berlalu?

 

Tapi sial, tak ada siapa-siapa diluar. Hanya ada angin lalu yang menerpa dirinya dengan kurang ajar.

 

Kyuhyun tak akan sehisteris ini jika saja tadi pagi dia bisa melihat gadis itu. tapi apa? jendela gadis itu dengan tak tahu dirinya tertutup gorden dengan sempurna. Sepagian tadi dia uring-uringan. Berniat mengurung diri dan tidur seharian. Tapi saat teringat pekerjaannya yang menumpuk dengan enggan dia bangkit. Tak semangat karena sumber semangatnya tak terlihat pagi ini.

 

Pagi Brengsek!

 

..

 

..

 

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Kyuhyun pun masih terpaku dikursinya dengan raut lelah. Seharian ini dia sedang mewawancarai calon anak buahnya di perusahaan. Perusahaan yang merambah di bidang Properti dan elektronik terbesar ketiga di Asia. Jangan lupakan perusahaan satunya yang bergerak dibidang periklanan yang merupakan jasa periklanan terbesar di korea. Dia membangun semua itu dalam 7 tahun. Ah bilang saja dia pria jenius tapi sayang diikuti jiwanya yang tempramental juga.

 

Jadi secara garis besar, perusahaannya sangat bonafit dan menerima ribuan lamaran. Tapi hanya beberapa puluh saja yang akan dipanggilnya untuk wawancara dan hanya karyawan dengan hitungan jari saja yang akan di terimanya dengan beberapa posisi berbeda.

 

Dan sampai pukul 3 sore ini dia sudah mewawancarai hampir 50 orang. Dan sekarang pelamar terakhir. Sambil menunggu, Kyuhyun duduk bersandar pada kursinya diruang serba putih itu. tak ada orang lain, hanya dirinya. Dia mengusir 2 orang lain yang memang seharusnya menjadi pewawancara. Entahlah, dia lebih suka mewawancarai sendirian. Lebih mengintimidasi orang dan itu menyenangkan baginya.

 

Tok Tok….

 

“Masuk” jawabnya tegas. Ya. ini yang terakhir.

 

Seorang wanita dengan rambut panjang sepunggung yang dibiarkan tergerai dengan ujung sedikit ikal melangkah masuk kedalam ruangan. wajahnya tersapu make-up tipis dan bajunya sopan layaknya pelamar lain. dengan atasan putih dan bawahan hitam selutut serta blazer elegan yang melengkapi tampilannya.

 

Shit! Hitam putih menggoda. Maki Kyuhyun dalam hati.

 

Dan dia benar-benar ingin menerkam orang yang baru saja masuk. pagi ini tak terlihat dan sekarang terlihat di perusahaan dengan penampilan yang sial, itu menggoda adiknya. Dan kenyataan kini kami seruangan benar-benar membuatku ingin menerkamnya.

 

YA! itu gadisnya. gadis yang selalu diintipnya di pagi hari. Hahaha…. dunia benar-benar menertawainya. Seharian dia uring-uringan dan kini mereka seruangan.

 

Kyuhyun melihat CV gadis itu. oh ya, sekarang dia tahu nama gadis itu.

 

“Nona Ahn silahkan duduk.” Ujarnya dengan suara yang sialannya kenapa menjadi berat dan sedikit serak? Cho, kau tidak sedang berpikiran aneh-aneh ‘kan?

 

Tidak. tentu sekarang dia berpikiran yang aneh-aneh dan menjijikkan. Membayangkan gadis itu berada diatas meja dan siap disantap. Ah, kenapa setiap melihat gadis itu pikirannya jadi menjijikkan begini?

 

“Selamat Sore tuan ehm tuan Cho. Kau tampak lebih tampan daripada yang ada dimajalah bisnis.” Gadis itu menyapa, dengan ucapan menggoda seperti itu gadis itu benar-benar minta diterkam.

 

Brengsek!

 

“tidak perlu memuji nona.” Ujar Kyuhyun berusaha terlihat tak terpengaruh. Tapi sialannya dia merasa diterbangkan ke awan dan perlahan jatuh diatas pelukan gadis itu. bisa bayangkan betapa indah baginya? “Disini aku hanya perlu mewawancaraimu dan kemudian selesai. jangan membuatnya semakin lama dengan basa-basi tidak pentingmu.”

 

Apa kau yang baru saja berbicara Cho? Kau yakin tidak ingin berlama-lama dengan gadis pujaanmu itu?

 

Gadis itu menanggapi gerutuan Kyuhyun dengan senyuman manis, lalu duduk dengan nyaman dikursi seberang Kyuhyun. kedua tangan gadis itu berada diatas pangkuan dengan cat kuku berwarna ungu tua yang terlihat sexy. Kyuhyun nyaris kehilangan akal saat gadis itu tersenyum manis.

 

Untuk pertama kalinya dia bereaksi seperti orang idiot didepan seorang gadis. Untuk pertama kalinya dia merasa gugup. Untuk pertama kalinya sifat bad boy-nya hilang begitu saja didepan gadis ini. untuk pertama kalinya dia benar-benar bisa menatap secara langsung. Untuk pertama kalinya mereka seruangan. Dan untuk pertama kalinya dia bisa membaui aroma tubuh gadis itu yang memabukkan!

 

Aroma mawar. Gadis itu beraroma mawar yang menyegarkan. Apa merek parfumnya? Dia ingin beli dan menyemprotkannya diseluruh area kamar pribadinya. Hush! Cho, kau semakin gila.

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya tanda berpikir. Ekspresinya sedikit tidak suka saat membaca lamaran yang ada ditangannya. “Jadi, kau ingin melamar di perusahaan periklanan? Cho Media?”

 

“Ya. saya menyukai kreatifitas didunia periklanan dan berinteraksi langsung dengan klien menyangkut ide-ide menarik tentang bagaimana iklan yang diinginkan klien atas produknya.”

 

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum simpul. “Kenapa memilih Cho Media? Kau tahu bukan betapa sulitnya masuk diperusahaan ini.” tangannya tergenggam kuat diatas paha. Oh astaga, kontrol dirimu Cho!

 

“Bukankah… hampir semua orang memiliki alasan yang sama?”

 

“Tentu.” Kyuhyun tertawa kecil. “Tapi sayang, tak ada lagi tempat kosong di Cho Media.” BOHONG! Shit Cho Kyuhyun sejak kapan kau jadi pembohong?

 

Sebenarnya masih ada satu tempat kosong di Cho Media. Dan itu benar-benar posisi yang diinginkan oleh gadis didepannya, berinteraksi dengan klien. Yap, dibagian Account.  Melayani, menyarankan, dan memastikan semua masalah klien ditangani dengan baik. Intinya, bertemu langsung dengan klien dan membuat kesepakatan bagaimana design iklan yang diinginkan. Setelah itu, mereka akan menemui tim kreatif dan menjelaskan sesuai permintaan klien.

 

Tapi disini masalahnya adalah Cho Kyuhyun sendiri yang baru sadar bahwa dia orang yang protektif. Memang dari dulu Kyuhyun tipe orang yang tidak suka berbagi. Tapi sejak berinteraksi langsung dengan gadis bernama Ahn Heeyoung itu beberapa menit lalu, dia baru sadar jika dia protektif. Membayangkan bahwa gadis itu berinteraksi dengan pria lain bahkan membuatnya geram. Bagian Account huh? Jangan bercanda. Itu bagian paling beresiko. Berinteraksi dengan klien sepanjang hari yang pasti sebagian besar adalah pria.

 

Heh Cho! Memang dia siapamu? Berkenalan secara resmi saja belum!

 

“Jadi….”

 

“Tapi masih ada beberapa posisi di Cho Corp.”Alasan lainnya dia enggan meletakkan gadis didepannya di Cho Media adalah kenyataan bahwa dia hanya seminggu sekali mengunjungi perusahaannya yang satu itu. Cho Media sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang kepercayaannya. Kyuhyun sendiri lebih suka mengurusi perusahaan utama dan menghabiskan waktu di Cho Corp. dengan bertumpuk-tumpuk berkas yang perlu diperiksa dan ditanda tangani. “Nilai-nilaimu cukup memuaskan. Dan dari CV milikmu, kau menguasai 5 bahasa.” Kyuhyun kembali menaikkan sebelah alisnya, agak takjub. Dia saja hanya menguasai 4 bahasa—Korea, jepang, China, dan Inggris.

 

Heeyoung sendiri bukannya sengaja mempelajari macam-macam bahasa itu. jaringan dunia hitam yang luas dan bermacam-macam membuatnya ahli dalam beberapa bahasa. Bertahun-tahun berada didunia seperti itu, dan Heeyoung mau tidak mau harus mengerti dengan bahasa yang diucapkan oleh bermacam-macam orang. Tentu dia tak ingin semakin dijerumuskan karena ketidaktahuannya. Dia tak ingin menjadi orang yang tidak tahu apa-apa. apalagi menyangkut dirinya sendiri. dunia hitam itu kejam. Dan kau harus menjadi orang yang lebih cerdik agar tak terbodohi begitu saja.

 

Heeyoung sendiri tak tahu berapa nilai-nilai yang tercantum pada ijazah yang dimilikinya. Karena dia sendiri terakhir kali menginjak bangku sekolah adalah dijenjang sekolah menengah pertama. Itupun baru kelas 2. Entah bagaimana Madam Shen menciptakan nilai-nilai itu.

 

Tapi dia bukanlah orang bodoh. Tentu, jika dia bodoh bagaimana mungkin dia dapat menguasai 5 bahasa tanpa guru yang mengajarinya? Salahkan IQ-nya yang lumayan tinggi dan daya ingatnya yang tajam.

 

“Jadi, Tuan Cho. Apakah saya bisa masuk kedalam Cho corp. dan berkerja disana?”

 

“Tergantung. Bagaimana motovasimu dan kecakapanmu dalam bekerja.” Kyuhyun mengangkat sebelah bibirnya kecil, hampir tak kentara. “Baiklah. Masa training 4 bulan. Bagaimana?”

 

“posisinya?”

 

“Kau akan tahu nanti……. “

 

..

 

..

 

Sebagai pria dewasa, kelebihan hormon itu hal yang biasa. Bahkan melampiaskan dengan pasangan semalam tak dikenal adalah hal yang wajar-wajar saja. Tapi bagi Kyuhyun tidak begitu. entahlah. Sudah dibilang, ada yang salah pada hormon milik pria satu itu.

 

Setelah wawancara sore tadi, hormon-nya terus meledak-ledak minta dipuaskan. Tentu, dia ingin memuaskannya. Dia ingin menghilangkan rasa tak enak dan agak nyeri ini. huh, tapi percayakah kau jika pria satu ini bahkan tak pernah melakukan tidur satu malam dengan wanita tak dikenal? Memang Kyuhyun terkenal sebagai seorang ‘BadBoy’. Tapi siapa bilang dia suka main diranjang? Tidak. dia lebih suka bercumbu dan membiarkan para wanita murahan itu memuaskannya tanpa dia menyentuh sekalipun. Begitulah. Dia lebih suka membuat para wanita itu tersiksa karena gagal orgasme.

 

Jam tepat menunjukkan pukul 10 malam saat Kyuhyun memarkirkan mobilnya didepan Hanzel dan menyerahkan kunci mobil pada petugas disana. Hanzel—sebuah bar kalangan atas masyarakat seoul yang memperbolehkan pertunjukkan penari telanjang. Salah satu bar paling tertutup karena hanya orang-orang tertentu yang dapat masuk kedalam sana.

 

Beberapa orang yang dilewatinya menyapa. Entah siapa, Kyuhyun sendiri tak ambil pusing. Banyak dari mereka yang menyapa tapi Kyuhyun sendiri tak kenal siapa mereka. masa bodoh. Lagipula terlalu banyak orang-orang penjilat disekitarnya sehingga dia malas bersosialisasi lebih jauh.

 

Kyuhyun berjalan kearah meja bar dan duduk disalah satu kursi bundar didepan meja bar itu. seorang bartender mendatanginya dengan sebuah gelas berisi cairan bening pekat yang berbau cukup tajam. Kyuhyun mengeluarkan selembar uang—nominal paling besar—dan menyodorkannya pada bartender yang tentu dengan senang hati segera menyambar uang tersebut. tak perlu susah-susah memberitahu pesanan, karena bartender di Hanzel sudah sangat hafal pesanan seorang Cho Kyuhyun.

 

Kyuhyun menghela nafasnya sebentar sebelum menyesap sedikit minumannya. Pria itu memutar kursinya sehingga menghadap kearah lantai dansa. Salah satu tangannya bertumpu pada meja dibelakang dan satunya memegang gelas minumannya dengan angkuh.

 

“Sendiri?”

 

Kyuhyun tak menoleh saat mendengar suara dari arah sebelahnya itu. dia masih mengamati lantai dansa dengan sedikit malas. Matanya terus menyusuri, ingin mencari seorang wanita cantik untuk dia kerjai. Tapi entahlah, malam ini sepertinya tak ada yang menarik.

 

“Kau Cho Kyuhyun bukan?”

 

Saat mendengar namanya disebut, Kyuhyun menoleh. Matanya bertatapan dengan manik mata coklat terang yang menatapnya dengan intens.

 

Pria itu mengangkat sebelah alisnya, penasaran.

 

“Ya.” jawabnya sedikit acuh. Tapi ekspresi mengangkat alisnya itu benar-benar menampilkan rasa penasarannya.

 

“Wah, sepertinya kau melupakanku.”

 

“Melupakanmu? Kurasa anda tak terlalu penting untuk saya ingat, bukan?” Kyuhyun mengangkat bahunya acuh dan segera mengedarkan kembali pandangan ke arah lantai dansa.

 

“Jahat. Aku bahkan tak bisa melupakanmu.” Wanita itu memindahkan duduknya semakin dekat pada Kyuhyun dan melingkarkan tangannya pada lengan pria itu. “Sepertinya kau kesepian.”

 

Kyuhyun menoleh dan memicing tajam sedikit tak suka.

 

“Maaf nyonya, bisa jauhkan tangan anda? Sepertinya anda sedang bertengkar dengan suami anda.”

 

“Tidak. aku tidak punya suami.” Balas wanita itu masih dengan senyum menggodanya.

 

Kyuhyun kembali menaikkan alisnya. “Anda cantik dan tidak punya suami?”

 

“Ya begitulah. Jika aku bilang aku tertarik padamu, maukah kau jadi suamimu?”

 

“Huh?” Kyuhyun melongo selama 2 detik dan setelah itu ekspresinya mengeras. “Kurasa anda perlu perawatan.” Ujarnya dingin dan segera menyentak tangan wanita itu.

 

Kyuhyun melengos dan berlalu pergi dengan segera. Bagaimana bisa wanita yang berumur 35 keatas atau mungkin sudah awal 40-an itu menggodanya? Gilanya mengajak menikah? Ya meski masih terlihat cantik. Tapi…. Hei, dia masih normal! Ha~ resiko orang tampan.

 

Di meja bar, wanita itu  masih mengikuti punggung Kyuhyun dengan senyuman menawannya. Lalu tangannya degan cekatan merogoh tas tangan brended-nya dan meraih sebuah ponsel.

 

Sambungan diangkat diseberang sana dan wanita itu segera berbicara tanpa basa-basi.

 

“Bilang pada gadis itu, rencana dipercepat. bawa dia padaku,segera.”

 

..

 

..

 

Kyuhyun melangkah keluar dari ruang kerjanya. Sekarang pria satu itu lebih suka keluar dari ruangannya dan menuju meja sekertaris, baru setelah itu memberi perintah. Dia enggan meraih gagang telepon dan menyuruh sekertarisnya masuk, baru setelah itu memberi perintah.

 

Alasannya?

 

Agar bisa melihat gadis pujaannya yang kini sudah nyaris seminggu menjabat sebagai asisten sekertarisnya. Tentu meja Ahn Heeyoung terletak bersisihan dengan meja sekertarisnya yang berada didekat pintu masuk ruangan Kyuhyun.

 

“Ehem.” Kyuhyun berdehem kecil berusaha menarik perhatian gadis yang masih menekuni laptopnya dengan serius. Pria itu celingukan seperti orang kurang kerjaan. Dia penasaran, kemana sekertarisnya? Dia tidak marah sekertarisnya tidak berada di mejanya saat jam kerja. Dia justru berharap sekertarisnya itu pergi agak lama sehingga dia bisa berdua dengan asisten sekertarisnya. Tapi, paling-paling juga sekertarisnya itu ke kamar mandi.

 

“Oh tuan Cho. Ada yang bisa saya bantu? Nona Kim sedang ke kamar mandi sebentar.”

 

Gocha! Hah menyebalkan. Paling 10 menit sekertarisnya sudah kembali.

 

“Apa kontrak dengan WYM Group sudah diperbarui?”

 

“Kontrak dengan WYM Group masih dalam proses tuan. Sebelum makan siang saya usahakan semua akan selesai.”

 

Kyuhyun mengangguk paham. Padahal kontrak itu mau jadi lusa pun sebenarnya tak masalah. Karena baru 3 hari kemudian, pihak WYM akan kemari dan menandatangani kontrak.

 

“Oh ya… Nona Ahn. aku hampir lupa menyampaikannya.” Basa-basi Cho Kyuhyun.

 

Heeyoung menatap Kyuhyun penasaran. Membuat Kyuhyun gemas akan ekspresi gadis itu.

 

“Sebentar, bisakah kau berhenti memasang ekspresi seperti itu?” gumam Kyuhyun karena dia benar-benar ingin mencium gadis itu dengan ekspresi menggemaskan yang ditampilkannya. Padahal gadis itu tak berekspresi berlebihan. Hanya mata bulat dengan manik hitam pekat itu melebar dengan rona penasaran. Dan bibir tipis segar itu terkatup dengan indah. Benar-benar ingin menggoyahkan pertahanan Kyuhyun.

 

“Memang ada yang salah dengan ekspresi saya tuan?”

 

“Ya, aku jadi ingin menerkammu.” Gumam Kyuhyun kecil.

 

“Ya tuan?”

 

“Tidak-tidak, sudahlah. Lupakan.” Ucap Kyuhyun berusaha acuh. Sebenarnya panggilan ‘Tuan’ yang selalu diucapkan gadis itu terkadang membuatnya bergairah. Rasanya seperti dia tuan gadis itu dan gadis itu miliknya, jadi dia bisa melakukan apapun pada gadis itu sesukanya. Fantasi yang terlalu liar memang, aish LUPAKAN!

 

“Begini. Eomma ingin menggundangmu makan malam nanti jam 7. Kau tahu, sejak kau mengantar makanan kerumah waktu itu, eomma sepertinya menyukaimu. Dia ingin kau makan malam bersama kami. Katanya, daripada kau makan sendiri dirumahmu, lebih enak jika makan bersama kami. Bagaimana?” Ini benaran. Tidak bohong! Sungguh eomma-nya menyuruhnya mengajak gadis satu itu untuk makan malam bersama kemarin.

 

“Tentu. Itu terlihat menyenangkan.”

 

“Oh Tuan Cho ada yang bisa saya bantu?” Hah! Sekertarisnya sudah datang.

 

“Baiklah kalau begitu, saya permisi.” Ucap Kyuhyun dan segera berlalu.

 

Benar-benar waktu yang singkat. Setidaknya ini kemajuan daripada seminggu yang lalu, dia hanya bisa melihat di pagi hari dari kejauhan.

 

..

 

..

 

Plak!

 

Sebuah tamparan menerjang keras pipi kanan Ahn Heeyoung. gadis itu meringis dan dengan reflek segera memegang pipinya.

 

Dia memicing melihat pria yang baru saja menamparnya itu. tamparannya benar-benar menyakitkan bukan main.

 

“Segera lakukan Lin!”

 

Heeyoung mendengus perlahan. “Tentu aku akan melakukannya. Beri aku waktu sedikit lagi.”

 

“Kau tahu, ini sudah pertengahan bulan kedua. Sudah terlalu lama dan kau tidak segera melakukan hal yang berarti.”

 

“Kau hanya tak tahu!”

 

“Oh ya? kalau begitu segera lakukan. Jangan mengulur-ngulur waktu!”

 

Dan Plak….

 

Satu tamparan lagi melayang. Membuat Lin menatap bengis pria didepannya.

 

“Berhenti menamparku Kim Kibum.”

 

“Kalau begitu segera lakukan! Kau ingin mendapatkan hukumanmu karena gagal? Madam Shen menyuruhmu segera.”

 

Kibum menatap dingin Heeyoung. pria itu ingin sekali menamparnya bolak-balik. Tak habis pikir pada gadis itu. membawa pria seperti itu perkara mudah. “Kau bisa melakukan cara apapun. Selicik apapun. Satu hal, tak boleh melukai. Itu saja dan kau tidak bisa melakukannya?”

 

“Aku bisa. Ya baiklah, aku akan melakukannya malam ini! jangan menamparku lagi, aku ada acara makan malam.

 

..

 

..

 

Makan malam sudah selesai 1 jam yang lalu dan kini Heeyoung baru saja selesai membantu Nyonya Cho membersihkan segala sisa-sisa makan malam mereka.

 

Heeyoung merasa aneh berada disana. Rumah keluarga Cho terasa terlalu hangat baginya. Bagi seseorang yang sudah lama tak merasakan kasih sayang dan tahu bagaimana rasanya memiliki keluarga.

 

Terasa aneh. Tapi terselip rasa menyenangkan. Yah, hanya belum terbiasa merasakannya.

 

“Jadi kau bekerja diperusahaan Kyuhyun? menjadi asisten sekertarisnya?”

 

Heeyoung mengangguk. dan entah kenapa Nyonya Cho terpekik senang. adakah yang salah?

 

“Ya.begitulah Ahjumma. Dulu aku melamar di Cho Media tapi tak ada tempat kosong. Dan karena nilai akademis dan kemampuan bahasaku, Tuan Cho menawarkan bekerja di Cho corp.” Heeyoung mengikuti langkah Nyonya Cho yang memeluk lengannya. Mereka berjalan keluar dari dapur dan menuju ruang keluarga dimana anggota keluarga lain sudah berkumpul.

 

“hah, aku yakin sekali anak itu hanya beralasan.” Bantah Nyonya Cho.

 

“Beralasan?”

 

“Ya. dia itu menyukaimu Heeyoung-a. Jika kau bekerja di Cho Media, tentu saja kalian tidak bisa bertemu setiap hari.”

 

Heeyoung hanya tersenyum kikuk. Meski dia memang sudah tahu tabiat seorang Cho Kyuhyun. tapi bukankah dia harus bertindak seperti tak tahu apa-apa? bahkan mengintip di pagi hari pun masih dilakukan pria itu.

 

Kedua wanita berbeda generasi itu segera duduk di sofa yang bersebrangan dengan sofa yang diduduki tuan Cho dan Kyuhyun. sedangkan Ahra memilih duduk di karpet tebal dibawah sambil menonton drama Korea yang ditayangkan salah satu stasiun TV.

 

“Hahah Ahjumma bisa saja.”

 

“Tenang saja, Eomma merestui kalian. Jadi cepatlah menikah dan berikan eomma cucu.” Dan kali ini Heeyoung tak pura-pura saat melotot dengan ekspresi salah tingkah. Berpikir untuk berhubungan dengan Cho Kyuhyun saja tidak.

 

“Siapa yang menikah?” tiba-tiba Ahra menoleh. Entah bagaimana dia yang sedang konsentrasi dengan dramanya bisa mendengar pembicaraan Heeyoung dan Nyonya Cho.

 

“Ini Eomma berharap Heeyoung dan Kyuhyun mau menikah.” Nyonya Cho berkata santai pada Ahra. Dan entah bagaimana Kyuhyun dan Tuan Cho masih saja asik berbincang. Sepertinya mereka benar-benar serius sehinga tak memperhatikan arah pembicaraan para wanita.

 

Ahra cekikikan dan menoleh pada Kyuhyun dengan pandangan licik. “Aku setuju Eomma. Apalagi Kyuhyun sepertinya benar-benar jatuh hati pada Heeyoung. Bahkan setiap pagi saja dia mengintip Heyoung dengan teropongnya.” Ahra berkata lambat dan cukup keras. Berusaha untuk membuat Kyuhyun mendengar ucapannya. Dan See…. Pria itu dengan ekspresi ngerinya menoleh ke arah Ahra.

 

“AHRA EMBER!” bentak Kyuhyun. pria itu malu. malu sekali. sungguh. Dia ingin sekali membungkus wajahnya dengan karung dan kalau bisa menghanyutkannya ke sungai Han yang bahkan tak ada arus itu.

 

Reputasinya sebagai pria hancur. Reputasinya sebagai atasan hancur. Dan reputasinya sebagai pria mempesona dan karismatik didepan Heeyoung hancur hanya karena kata-kata sialan Ahra!

 

Dengan cepat Kyuhyun melesat pergi, menaiki tangga dan membanting pintu kamarnya dengan keras. Sialan dia M-A-L-U. Mau dikemanakan wajahnya huh?!

 

Kyuhyun mulai berteriak memaki didalam kamarnya. Untung saja kamarnya kedap suara. Berguling-guling diatas kasur dan menggerutu tak jelas. Ntah berapa lama dia melakukannya hingga seseorang mengetuk pintu kamarnya dengan keras.

 

“Kyuhyun-a.” Panggil suara itu dari luar.

 

“APA?” bentak Kyuhyun saat membuka pintu. Suara itu Ahra, gadis itu berdiri didepan kamarnya dengan cengiran tanpa rasa berasalah. “Sialan Kau Ahra nuna. Kenapa mulutmu itu ember sekali!” Kyuhyun mengacak rambutnya kesal.

 

“Hehe… aku hanya membantumu dekat dengannya. Jadi kan sekarang dia tahu betapa kau tergila-gila padanya.”

 

“Yang ada aku malu nuna! M-A-L-U.”

 

“Hei, kau ini gengsian sekali. sudahlah cepat turun. Antarkan Heeyoung pulang. Oh ya, Heeyoung terlihat pucat. Katanya kepalanya terasa pusing.”

 

“NE?” dan dengan reflek Kyuhyun menuruni tangga dengan cepat.

 

“Dongsaeng-a, pelan-pelan. kau tak mau jatuh kan? Itu sungguh tidak lucu.”

 

..

 

..

 

Kyuhyun menatap Khawatir Heeyoung yang terihat sedikit pucat. Mereka berhenti diteras rumah Heeyoung. tiba-tiba saja, gadis itu meringis dan memegangi perutnya.

 

“Kau tak apa?”

 

“Kepalaku pusing dan perutku tiba-tiba sakit. sepertinya tamu bulananku akan datang.” Kyuhyun terdiam selama nyaris hampir 5detik sebelum mengangguk dan benar-benar paham dengan keadaan Heeyoung.

 

“kau bisa berjalan?” tanya Kyuhyun.

 

Heeyoung mencoba berjalan 1-2 langkah. Tapi dia meringis. “terasa sakit. aku bahkan nyaris tak kuat berdiri.”

 

“apa selalu sesakit ini.” tanya Kyuhyun khawatir. Dia tak bisa membayangkan jika gadis ini selalu mengalaminya setiap bulan.

 

“Ya, sering. Tapi tak selalu.”

 

Dengan sigap Kyuhyun menggendong Heeyoung didepan dadanya. Menatap gadis itu sejenak dan lalu tersenyum. Senyum yang indah dan untuk pertama kalinya Heeyoung merasa terpesona pada Kyuhyun. tapi dengan segera gadis itu mengalihkan pandangannya. Kyuhyun berjalan dengan mantap memasuki rumah Heeyoung. dan tanpa perlu bertanya, Kyuhyun tahu dimana letak kamar gadis itu.

 

Dengan hati-hati, Kyuhyun meletakkan Heeyoung diatas kasur.

 

“Tuan Cho…” panggil Heeyoung. saat Kyuhyun menoleh dan menatap Heeyoung, saat itulah kekehan kecil keluar dari mulut gadis itu. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, penasaran, kenapa gadis itu bisa bereaksi seperti itu. dan kenyataan menamparnya lagi. dia terpesona hanya karena gadis itu terkekeh kecil. Shit! “Sepertinya kau benar-benar mengintipku. Bahkan kau tahu kamarku dimana.”

 

Kyuhyun salah tingkah.

 

Pria itu menggaruk tengkuknya dengan pandangan liar berkeliling kamar. apapun asal tidak menatap gadis itu. dia kembali malu.

 

“akan kubuatkan teh.” Dan dengan cepat Kyuhyun kabur ke dapur. Ya, hanya sebuah alasan agar tak merasa lebih malu. berhadapan dengan gadis itu membuat harga dirinya jatuh tak berharga. Sialan.

 

Kyuhyun mondar-mandir di dapur. Membuka satu lemari ke lemari lainnya hanya untuk mencari cangkir. Setelah ketemu, kembali menengok sana-sini berusaha mencari teh. Hah, benar-benar mengesalkan. Karena kenyataannya, dia tak juga menemukan dimana teh sialan itu berada.

 

“Kyu…” suara lembut itu milik Heeyoung. berasal dari belakangnya. Gadis itu sakit dan turun dari kasurnya? Dengan cemas Kyuhyun segera berbalik dan tak sampai menghitung 10 detik, Kyuhyun jatuh terkulai diatas lantai.

 

Heeyoung menatap Kyuhyun datar. Sapu tangan dengan obat bius itu jatuh dari tangannya keatas lantai.

 

“Hebat. Waktunya kita bawa dia.” Kibum keluar dari tempatnya dan menatap Heeyoung dengan seringai licik.

 

“Baik. Kau bawa dia duluan aku akan menyusul. Buat dia agar tetap tak sadar sampai dia tiba di Shanghai.” Tatapan Heeyoung berubah semakin datar. Dia memandang lurus. “Aku akan membereskan masalah disini dulu. Menghapus jejak.”

 

..

 

..

 

Biodata

Nama Korea   : Cho Kyuhyun

Tanggal Lahir : 03 februari 1988

Sifat                 : Badboy, dingin, acuh tak acuh, selalu menepati janji

Tinggi              :180cm

Berat Badan    : –

Golongan darah : A

Memiliki satu kakak yang lebih gila darinya. Sejak kecil selalu suka mengadu kekuatan dengan Ahra, tak peduli jika beresiko salah satu atau keduanya masuk rumah sakit.

Pria yang tak pernah merasakan rasa jatuh cinta pada seorang wanita tapi saat bertemu Heeyoung, dia merasa gila sendiri. tapi sayang dia jatuh cinta pada orang yang salah. Kenyataannya dia jatuh cinta pada seorang wanita yang akan membawanya pada masa lalunya yang kelam. Masa lalu yang sempat terlupa dari hidupnya.

 

T B C

 

 

 

Iklan

23 thoughts on “Be My Baby Part 2

  1. Ohh kyu punya masa lalu kelam juga yaaa pantes si madam shen tau bener tntang si kyu ^^
    Yah kyu masa dibius aja kalah 😀 tapi pasti malu bgt deh ketauan ngintipin tiap hari xD
    Penasaran klanjutannya, dan aku suka alurnya..
    Ditunggu kelanjutannya eonnie ^^

    Disukai oleh 1 orang

  2. Annyeong aq readers baru disini,,maaf baru menyapa setelah berkeliaran dirumahmu ini Authorbim,,
    suka sama crita2 yg kamu buat,,
    ini si madam sebenernya terobsesi kali ya sama Kyu Hyun,,sampai2 mau diajakin nikah segala si Kyu Hyun nya,,,how gimana nanti kalo Kyu Hyun sadar dan tau semuanya tentang Hee Young,,ditungu next Chapternya
    penasran sama perasaan Hee Young nantinya

    Disukai oleh 1 orang

  3. Anyeong kak 😀 aku reader baru ijin baca” ff.nya yah,, Runa 99L…

    Oh iya kak boleh tanya?? Disini tidak ada librarry.nya ya?

    Dan aku boleh tanya yang othello man punya kakak kan?? Kenapa ga ada disini..
    Maaf ya runa banyak tanya 😀

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ommo eonni, heeyoung masih blom jatuh cinta banget yakk sma kyu? Masa dia gk sedih sih mesti ngorbanin kyu .-.
    Btw disini kyu jd badboy yg kalem eoh? Gk prnh nglakuin one night stand sma cwek2 di club.. waiting next chapter.. tp kykny eonni lg fokus sma ff othello man ya? Nungguin keduanya. Hehe ><

    Disukai oleh 1 orang

  5. apakah madam shen bgtu trgila gila terobsesi ingin memiliki kyuhyun?

    kasian bnget jd haeyong..
    gk bsa dibayangin gmna buruk dn kelamnya kehidupan dia selama ini. jd budak.. ya Tuhan..

    dn ada apa dngn masa lalunya kyuhyun.. ada hbungannya dngn madam shen?

    authornya selalu pinter bkin cerita yg pEnuh misteri dn mngundang tanda tanya.. jd pnasaran lanjutannya..

    knpa gk dikirim ke fnc si beb?
    ini bagus bnget loh….

    Suka

  6. ohh tryata kyu pnya masa lalu yg sama..
    oiaaa.. ttg tuan cho seorg menteri pertahanan, knapa rmhnya takde penjagaan ketat…
    madam shen pun tau betul seluk beluk kyu..
    ayo dong lanjutinnn ceritanyaaa…
    uda lama bgt ne ke pendingg…

    Suka

    1. Sorry ya lama lanjutannya. Dan aku juga gx tau ini bakal di lanjut atau enggak karena q sedang sibuk2nya dan yah berita bagusnya lapi q rusak!
      wkwk sorry…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s